Kepala Museum Biologi UGM Ini, Berkali-kali Trauma pada Ular

1490

Baca juga: Agar Resolusi Tahun Barumu Tak Jadi Angan-Angan Belaka

Saat hendak keluar laboratorium, seisi ruangan itu tampak kesal melihat Donan pulang lebih awal.

“Ternyata mereka biasa lembur sampai malam. Sementara Saya malah pulang gasik, Saya jadi terkesan pemalas di depan mereka,” ujar Donan.

Karena merasa tidak enak hati, hari-hari berikutnya Donan perlahan menyesuaikan diri dengan etos kerja mahasiswa di sana.

Donan mulai mengikuti dinamika kehidupan mahasiswa yang sudah menganggap kampus seperti ‘rumahnya’ sendiri.

Trauma Lagi dengan Ular

Memiliki segudang pengalaman belajar di museum, memberikan berkah lagi bagi Donan yang kemudian ditunjuk oleh Fakultas Biologi untuk menjadi Kepala Museum Biologi UGM sejak 2012.

Diberi amanah sebagai kepala museum dan berhasil melawan ketakutan pada ular, menjadi pengalaman berkesan bagi Donan selama menjadi bagian dari keluarga UGM.

Namun, belum lama ini dosen yang fokus di bidang sistematika hewan itu, kembali trauma dengan ular.

Baca juga: Sejarah Terbentuknya Kamenwagama, Berawal dari Acara Tahun Baru

Ular sanca yang dia kenal lebih ‘santai’ dibanding ular lain ternyata bisa bertindak beringas sampai menggigit tangannya.

Sanca liar yang menggigit tersebut memiliki panjang 3 m.

Bagian jari-jari tangan yang tergigit terpaksa dijahit hingga tiga jahitan.

Seminggu kemudian, ketika jahitan pada tangan Donan sudah kering dan lepas, dia hadapi pengalaman mengerikan lagi bersama ular untuk kedua kalinya.

Kala itu, Donan membuka kandang ular viper (Trimeresurus puniceus) di Laboratorium Sistematika hewan dan berniat menaruh minuman di sana.

Tiba-tiba ular berbisa itu mematuk tangan Donan.

Tak lama setelah itu, tangan Donan bengkak dari pergelangan hingga sikutnya.

Baca juga: Belajar Good Governance dari Walikota Solok Zul Elfian

Terasa sulit bagi Donan mengangkat tangannya, kemudian semakin sakit lagi ketika tangannya melepuh.

Dia pun harus menjalani rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari.

Bengkak yang dialaminya berlangsung selama tiga minggu.

Setelah kempis pun, jari-jarinya masih terasa nyeri.

Donan juga terpaksa cuti dari kegiatan di kampus selama dua minggu.

Jika ditotal, butuh waktu tiga bulan bagi Donan untuk beraktivitas kembali.

Terus Kembangkan Museum dan Aktif Membina Komunitas

Museum Biologi UGM kini sedang bekerja keras memperbaiki dan menambah fasilitas museum, serta menambah koleksi di sana.

Di samping itu pihaknya ingin mempopulerkan museum ke dunia akademis, masyarakat umum dan terutama kaum milenial.

Dalam mempopulerkan museum tersebut, Donan didukung penuh oleh Dekan Fakultas Biologi dan Pimpinan Universitas melalui Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Di luar kesibukan di kampus dan museum, Donan juga diminta membina komunitas Animal Keeper Jogja (AKJ), Forum Edukasi Satwa dan Tumbuhan (FOREST), serta Yayasan Wahana Gerakan Lestari Indonesia (WAGLERI). (Kinanthi)

Baca juga: Globalisasi Cinta yang Membuat Perempuan Tetap Jadi Gundik