Minggu, 23 Juni 2024 | 07:26 WIB

Audiensi dengan Kementerian Perdagangan, Inisiasi Single Entity G2R Tetrapreneur sebagai Promosi Produk Ikon Indonesia

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Sekretariat Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur bersama dengan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen PPKTrans) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT dan Transmigrasi) berkesempatan untuk melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) beberapa waktu lalu.

Audiensi tersebut merupakan langkah awal Ditjen PPKTrans dalam rangkaian pelaksanaan Program Matching Fund Kedaireka.

Kemendesa PDTT melalui Ditjen PKKTrans berhasil lolos pendanaan Matching Fund 2023 Kedaireka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Kabupaten Muna dengan mengusung Model G2R Tetrapreneur untuk Kawasan Transmigrasi (G2RT KT) di wilayah Mutiara, Muna, Sulawesi Tenggara.

Model Tetrapreneur merupakan sebuah model pemberdayaan ekonomi secara gotong royong yang berasaskan Pancasila.

Model Tetrapreneur di kawasan transmigrasi disebut sebagai Global Gotong Royong Tetrapreneur Kawasan Transmigrasi atau G2RT KT.

G2RT KT merupakan pengembangan sistem berwirausaha pada revitalisasi kawasan transmigrasi yang bergerak besar melalui aset gotong royong.

G2RTKT merupakan perwujudan sistem ekonomi Indonesia yang ikonik melalui penciptaan produk unggulan ikoniknya berbasis intelektual keilmuan asli Indonesia bersama inovasi masyarakat kawasan transmigrasi sebagai ikoniknya Indonesia.

G2RT merupakan model inovasi gotong royong wirausaha berkelanjutan, yang juga selaras dengan konsep Transmigrasi Transpolitan dan SDGs pada pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi untuk penciptaan kemandirian dan kewibawaan menuju produk ikonik global yang berbasis empat pilar yaitu Rantai Wirausaha (Chainpreneur); Pasar Wirausaha (Marketpreneur); Kualitas Wirausaha (Qualitypreneur); dan Merek Wirausaha (Brandpreneur).

Produk Unggulan (PU) terpilih dari kawasan transmigrasi di Kabupaten Muna adalah olahan jagung dengan penggerak utama adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa).

BUMDes atau BUMDesMa dipilih sebagai penggerak utama pada model Tetrapreneur karena BUMDes atau BUMDesMa mengkoordinir ratusan UMKM yang bergerak diberbagai bidang.

Keunggulan yang dimiliki oleh model Tetrapreneur ini adalah adanya penciptaan pasar non-kompetisi sebagai strategi rantai bisnis dan proyeksi pasar dengan bentuk kerja sama bersifat ‘luwes’ dan berpihak pada keaslian Indonesia.

Merujuk hal tersebut tentunya model Tetrapreneur harus dikelola oleh pemerintah, karena yang diangkat oleh G2R Tetrapreneur tidak hanya sektor ekonomi melainkan lintas sektoral seperti sosial, kemanusian, kebudayaan, dan yang lainnya.

Pada audiensi tersebut berdasarkan alur perdagangan maka kolaborasi antara Ditjen PPKTrans dengan Kementerian Perdagangan sebaiknya dilakukan pada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri terlebih dahulu, baru kemudian dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nilai apabila komoditas telah siap untuk diekspor dan bersertifikat Halal-HACCP.

Selain itu, pada petemuan berikut juga disampaikan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki platform inaexport.id yang memuat kumpulan data dari komoditas siap ekspor yang dapat diakses sebagai database penentuan pasar.

Hadir pada kegiatan tersebut adalah Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si., M.T. selaku Direktur Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PKKTrans), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) beserta jajaran staf; Ir. Rr. Aisyah Gamawati, M.M Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Utama, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. dan juga Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Direktur Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer; dan Direktur Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan. (*)


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA