Minggu, 14 Juli 2024 | 22:31 WIB

Frans Marganda Tambunan Targetkan ID FOOD Go Global dan Sokong Ketahanan Pangan Nasional

KAGAMA.CO, JAKARTA – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 118 Tahun 2021 menjadi dasar pembentukan dan penetapan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menjadi Holding Pangan.

Holding Pangan ditetapkan secara resmi melalui penandatangan Akta Imbreng Saham Pemerintah dengan kelima BUMN Pangan yaitu PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, PT. Sang Hyang Seri (Persero), PT. Perikanan Indonesia (Persero) atau Perindo, PT. Berdikari (Persero), dan PT. Garam (Persero) tanggal 7 Januari 2022. Kemudian pada 12 Januari 2022 diluncurkan corporate brand name ID FOOD yang ditujukan untuk memberikan arah dan fokus PT. RNI sebagai induk holding pangan.

Sejak itu ID FOOD mempunyai 16 anak perusahaan yang bergerak di bidang gula, peternakan, tanaman pangan, garam, perikanan, perkebunan, perdagangan, logistik, dan manufaktur.

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan (kedua dari kanan) bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo Adi (kemeja putih) melakukan operasi pasar modern market untuk memastikan harga stock pangan dalam kondisi wajar. Foto: ID FOOD
Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan (kedua dari kanan) bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo Adi (kemeja putih) melakukan operasi pasar modern market untuk memastikan harga stock pangan dalam kondisi wajar. Foto: ID FOOD

Anak perusahaan itu meliputi PT. Garam, PT. Sang Hyang Seri, PT. Berdikari, PT. Perindo, PT. PG Rajawali I, PT. PG Rajawali II, PT. PG Candi Baru, PT. Perkebunan Mitra Ogan, PT. Mitra Kerinci, PT. Laras Astra Kartika, PT. Mitra Rajawali Banjaran, PT. Rajawali Citramass, PT. Rajawali Tanjungsari Enjiniring, PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT. Rajawali Nusindo, dan PT. GIEB Indonesia.

Baca juga: Koentjoro Membangun Legacy Lewat Jalan Tol Trans Sumatera

ID FOOD mempunyai berbagai produk meliputi minyak goreng, beras, gula, teh, garam, daging segar, olahan ikan, distribusi dan trading, hand sanitizer, tisu, hyperbaric oxygen therapy, karung plastik, hingga penyamakan kulit.

Saat ini ID FOOD mempunyai berbagai fasilitas bisnis perusahaan meliputi tujuh pabrik gula, tiga pabrik crude palm oil (minyak sawit), dua pabrik teh, 15 penggilingan padi, 11 peternakan sapi dan unggas, enam pelabuhan perikanan, satu pasar ikan modern, satu pabrik pakan, tujuh ship docking, tiga pabrik alat Kesehatan serta karung plastik, serta tiga pabrik garam.

Melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-83/MBU/03/2022, tanggal 21 Maret 2022, Frans Marganda Tambunan ditunjuk sebagai orang Direktur Utama atau orang nomor satu di ID FOOD Group.

 

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan berdiskusi dengan petani tebu di wilayah Cirebon. Foto: ID FOOD
Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan berdiskusi dengan petani tebu di wilayah Cirebon. Foto: ID FOOD

Di pundaknya, ada tanggung jawab membesarkan ID FOOD sebagai Holding BUMN Pangan serta menjadikannya sebagai entitas bisnis yang mampu go international sekaligus aktif menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Arsjad Rasjid Bawa Indika Energy Jadi Perusahaan Net Zero Carbon Emmission

“Saat Holding pangan ini dibentuk, kami memiliki tiga tujuan. Pertama, ketahanan pangan di Indonesia. Ini menyangkut ketersediaan, mutu, keterjangkauan, dan kestabilan pasokan. Kedua, dalam menghasilkan produksi dan berbisnis, ID FOOD menjaga inklusivitas, yakni bermitra dengan petani, peternak, nelayan, dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).”

“Selain memberikan bimbingan, ID FOOD menjadi off taker dari hasil produksi mereka. Tujuannya, agar BUMN juga memberikan manfaat kesejahteraan bagi mitra-mitra kita yang merupakan petani, peternak, nelayan, serta UMKM.”

“Ketiga, tentunya dengan perbaikan-perbaikan yang kita lakukan maka diharapkan ID FOOD menjadi perusahaan yang kompetitif dengan private sector dan mampu berbicara di tingkat nasional maupun dunia.”

“ID FOOD menjadi satu perusahaan yang terintegrasi sebab punya bisnis upstream serta downstream,” ujar Frans Marganda Tambunan kepada KAGAMA.CO di kantornya di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Ini Alasan Menko Polhukam Mahfud MD Ajak Bangsa Indonesia Kembali Aplikasikan Budaya Bahari


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA