Arsjad Rasjid Bawa Indika Energy Jadi Perusahaan Net Zero Carbon Emmission

817
Presiden Direktur PT. Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid menjadi nahkoda dalam membawa perubahan orientasi bisnis perusahaan yang dipimpinnya dengan berkonsentrasi ke energi berkelanjutan dan ramah lingkungan. Foto: Dok. Pribadi
Presiden Direktur PT. Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid menjadi nahkoda dalam membawa perubahan orientasi bisnis perusahaan yang dipimpinnya dengan berkonsentrasi ke energi berkelanjutan dan ramah lingkungan. Foto: Dok. Pribadi

KAGAMA.CO, JAKARTA – Perubahan iklim dan pelestarian lingkungan adalah hal mendesak bagi industri dan Indonesia.

Oleh sebab itu, PT. Indika Energy Tbk. telah berkomitmen untuk menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mencapai Net Zero Carbon Emission di tahun 2050.

Berlandaskan komitmen tersebut maka Indika Energy membangun strategi bisnis yang mulai moving away dari batubara.

Arsjad Rasjid, Presiden Direktur PT. Indika Energy, mendukung program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan Indonesia Net Zero Carbon Emission. Foto: Dok. Pribadi
Arsjad Rasjid, Presiden Direktur PT. Indika Energy, mendukung program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan Indonesia Net Zero Carbon Emission. Foto: Dok. Pribadi

Jika sebelumnya, Indika Energy memiliki bisnis di tiga sektor, yaitu sumber daya energi (eksplorasi lapangan untuk sumber daya, produksi, dan perdagangan batubara), jasa energi (seperti jasa kontrak penambangan batubara dan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi di minyak dan gas), serta infrastruktur energi (pembangkit listrik tenaga batubara), kini Indika Energy mengubah portfolio bisnis mereka dengan berkonsentrasi ke energi berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Baca juga: Transtoto Tegas Bilang Pemerintahan yang Tidak Mempedulikan Ekonomi Hijau akan Runtuh

Adalah Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat yang menjadi nahkoda dalam membawa perubahan orientasi bisnis Indika Energy.

Perubahan ini tidak terjadi secara mendadak, ada latar belakang yang mendorongnya melakukan perubahan.

Dalam satu kesempatan usai makan siang dan minum kopi bersama anak perempuannya menunjukkan smartphone-nya yang berisi artikel berjudul “100 Killers of The World”.

“Pah, pah, coba buka itu pah, saya buka itu tulisannya judulnya ‘100 Killers of the World’. Saya balikin lagi ke dia hp-nya apaan sih nih?,” tutur Arsjad saat diwawancara KAGAMA.CO belum lama ini.

Baca juga: Tim Arjuna UGM Raih Gelar Juara Desain Mobil Listrik di Jakarta E-Prix 2022

“Dia bilang lihat dulu Pah, coba gedein. Pas saya gedein saya lihat nama saya di situ. Kenapa? Karena kita berusaha dalam batu bara. Jadi dianggapnya kan batu bara itu hitam.”

“Jadi dianggapnya sebagai pembunuh. Akhirnya gara-gara itu sih sebenernya ya cukup dalam. Saya gak akan pernah lupa itu,” tutur Arsjad.