Raih Gelar Kehormatan, Menteri Basuki Hadimuljono Sukses ‘Balas Dendam’ kepada ITB

1967
Cerita masa lalu mengiringi acara penganugerahan doktor kehormatan yang diterima Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M. Basuki Hadimuljono. Foto: Birkom PUPR
Cerita masa lalu mengiringi acara penganugerahan doktor kehormatan yang diterima Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M. Basuki Hadimuljono. Foto: Birkom PUPR

KAGAMA.CO, BANDUNG – Sebuah sajak pendek mengakhiri orasi ilmiah yang disampaikan Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc, Ph.D pada Kamis (16/1/2020).

“Dahulu di Bengkulu ada Danau Dendam Tak Sudah. Kini di Bandung, Dendam ITB terbalas sudah,” kata Basuki, diikuti gelak tawa audiens.

Sajak pendek tersebut diakui Basuki ada kaitannya dengan kisah peliknya pada masa lalu.

Ceritanya dimulai saat pria kelahiran 5 November 1954 ini lulus dari SMAN 5 Surabaya pada 1973.

Apa yang ada dalam benak Basuki kala itu hanya satu, melanjutkan kuliah di Bandung, khususnya di ITB.

“Saya ke Bandung dengan semangat untuk tes, tapi tidak diterima. Akhirnya Saya telepon Ibu,” kata Basuki, dalam orasi ilmiah berjudul Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur Sumber Daya Air, Meningkatkan Daya Saing Bangsa.

“Saya bilang, ‘Bu, di Bandung ada UNPAD dan ITB. ITB Saya pilih karena Saya ingin ke Geologi,” kenang bapak tiga orang anak ini.

Baca juga: Gubernur Rohidin Mersyah Puji Kerja Kementerian PUPR Bangun Jembatan Terpanjang di Bengkulu

Dalam telepon, sang ibunda seolah memberikan ultimatum bagi Basuki yang tak berhasil merealisasikan mimpinya.

“Ibu bilang di Bandung kalau tidak ITB pulang. Akhirnya Saya pulang,” ucap Basuki.

“Kemudian Saya daftar di UGM (Teknik Geologi) dan diterima. Nah, dendam Saya membara,” seloroh dia, diikuti gelak tawa audiens.

Dua tahun berkuliah di UGM, Basuki berinisiatif kembali ke Bandung.

Namun, kali ini dia mengikuti lomba karya ilmiah pada 1975 yang diadakan untuk memperingati ulang tahun ITB.

Kesempatan ini ternyata tidak disia-siakan Basuki untuk ‘membalaskan dendamnya’.

“Saya siapkan (karya ilmiah) dan Saya bilang, ‘Saya taklukkan ITB. Saya pun menang juara satu,” kata Basuki, berkelakar.

Baca juga: Era Perubahan Radikal Bisa Ditangani oleh Pemimpin yang Ambigu