Cerita Haru di Balik Kepulangan Mahasiswa KKN UGM

79
Keberadaan para mahasiswa KKN UGM sepertinya begitu membekas dan memberi arti yang cukup dalam di lubuk hati warga. Foto: Humas UGM
Keberadaan para mahasiswa KKN UGM sepertinya begitu membekas dan memberi arti yang cukup dalam di lubuk hati warga. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kehadiran mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan arti dan warna tersendiri bagi masyarakat.

Belum lama ramai di media sosial Tiktok unggahan video berisi momen haru perpisahan tim KKN UGM dengan warga Hoat Sorbay, Maluku, tak lama diikuti unggahan lain yang menunjukkan momen serupa yang terjadi di wilayah lain.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun tiktok @yoelsawieo yang merupakan salah satu mahasiswa KKN di Desa Ohoidertawun, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Provinsi Maluku memperlihatkan kepulangan mahasiswa KKN yang dilepas beramai-ramai oleh warga di Bandara Karel Sadsuitubun, Langggur, Kei Kecil, Maluku Tenggara pada tanggal 13 Agustus 2022 lalu.

Warga nampak setia menunggu hingga keberangkatan pesawat di balik pagar bandar udara (Bandara).

Baca juga: FTP UGM Berdayakan Warga Sambak Magelang Kembangkan Agro Edu Wisata

Mereka terlihat melambai-lambaikan tangan sembari menahan haru, mengucap salam perpisahan untuk kesekian kalinya seolah tak rela melepas kepulangan para mahasiswa yang telah 50 hari mengabdi dan menyatu dengan mereka.

Di bawah teriknya matahari siang kala itu, warga terus menunggu hingga detik-detik akhir pesawat lepas landas dan hilang dari pandangan mata.

Keberadaan para mahasiswa KKN UGM sepertinya begitu membekas dan memberi arti yang cukup dalam di lubuk hati warga.

Dalam kegiatan perpisahan antara mahasiswa dengan warga sebelumnya pun dipenuhi dengan haru dan derai air mata.

Baca juga: GeNose C19 Berhasil Publikasi di Dua Jurnal Internasional Bereputasi

“Unit kami diantar warga dari dua desa dan mereka menunggu, menyanyikan nyanyian perpisahan di terminal bahkan tanpa kami sangka warga tetap menunggu pesawat take off di balik pagar-pagar.”

“Masyarakat tidak langsung pulang hingga peswat yang kami tumpangi hilang dari pandangan mata,” ungkap Koordinator Mahasiswa Unit KKN UGM Desa Letman dan Ohoidertawun, Franciscus Rico Kusuma.