Nostalgia Mahasiswa UGM di Filipina Tahun 50-an, Kualitas Pendidikannya Bikin Presiden Soekarno Heran

288
Pesatnya pendidikan di Filipina sempat membuat heran Presiden Soekarno saat itu. Foto: Paul Angelo Buenaventura
Pesatnya pendidikan di Filipina sempat membuat heran Presiden Soekarno saat itu. Foto: Paul Angelo Buenaventura

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak berdiri pada tahun 1949 UGM telah banyak mengirimkan mahasiswanya ke berbagai negara.

Para mahasiswa tersebut ditugaskan untuk menempuh pendidikan tambahan sesuai bidangya.

Hal itu terkait kurangnya fasilitas dan tenaga ahli di UGM saat itu.

Untuk mengatasi hal tersebut para mahasiswa UGM banyak dikirim ke perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan UGM di luar negeri.

B.S. Tampubolon, mahasiswa UGM yang pernah menempuh pendidikan di Filipina dengan beasiswa selama enam bulan menuliskan pengalamannya tersebut dalam Majalah Gadjah Mada terbitan bulan Maret 1954.

Baginya catatan tersebut penting guna mengenalkan budaya Filipina pada masyarakat Indonesia.

Selain itu dia juga berharap catatannya dapat berguna bagi setiap mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di sana seperti dirinya.

Baca juga: Mimpi Milenial Membeli Rumah

Selama di sana, dia melihat banyak orang Filipina yang belum mengetahui tentang Indonesia.

Hal itu baginya tidak terlalu mengherankan karena Indonesia baru saja merdeka.

Saat di sana dia banyak mendapati pertanyaan, misalnya, apakah Indonesia juga memiliki presiden seperti Filipina saat itu?

Bahkan ada juga orang yang bertanya mengenai dongeng manusia kanibal di Indonesia.

Walaupun demikian pertanyaan tersebut datang bukan dari orang awam, melainkan warga Universitas.

Bagi Tampubolon, Filipina tak ubahnya seperti Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Di sana juga terdapat ribuan pulau beserta bahasa yang beragam.

Baca juga: Mengatasi Anak yang Mogok Sekolah