Minggu, 16 Juni 2024 | 09:42 WIB

Perjuangan Ketua Harian KAGAMA Wonosobo, Rangkul UMKM dan Petani dalam Menghadapi Covid-19

Baca juga: Ganjar: Anak Butuh Pendampingan Khusus dari Orang Tua dan Guru Selama KBM di Rumah

Kata Kartini, status zona merah Wonosobo membuat para petani tak dapat mendistribusikan hasil produknya.

Hal itu terjadi karena Pemkab Wonosobo memberlakukan pembatasan sosial pada H-1 lebaran hingga H+7.

Dari situlah ide gila Kartini kembali muncul. Dia memajang anekarupa gambar sayuran para petani di akun Instagram.

Saat pembeli hendak memesan, mereka tinggal memilih sayur yang dinginkan lalu menghubungi nomor WhatsApp yang tertera.

“Ibu-ibu tiap RT saya minta untuk berkoordinasi dan menyampaikan apa yang mereka butuhkan saat hari ketika kami tidak boleh berkeliaran,” ucap Kartini.

Baca juga: Berawal dari Suka Baca Koran, Alumnus Ilmu Komunikasi UGM Ini Sekarang Jadi Bos Ovo

“Petani mengirimkan produk kepada saya, lalu diantar hingga ke portal desa oleh teman-teman lost job dari home stay. Omzetnya lumayan waktu lebaran,” kenang Ketua Harian KAGAMA Wonosobo ini.

Sejak saat itu, rumah Kartini bak miniatur pasar. Pasalnya, rumahnya menjadi tempat penampungan sekaligus pengemasan sayur.

Kartini mengira, apa yang dia lakukan ini bakal selesai selepas lebaran.

Namun, hingga saat ini aktivitas tersebut masih berlangsung. Bahkan, model berjualan sayur yang dipeloporinya dicontoh oleh beberapa forum kewirausahaan.

“Sebenarnya saya sangat gaptek (gagap teknologi). Saya beruntung didukung teman-teman dari generasi milenial,” ucap Kartini.

“Hal yang saya pikirkan sangat sederhana. Tetapi saya tidak menyangka bisa menjadi sesuatu yang bisa dicontoh orang lain. Alhamdulillah apa yang saya lakukan bisa bermanfaat bagi orang lain,” bebernya.

Kartini mengatakan, Dinas Pertanian Wonosobo melihat model berjualan yang dia pelopori bisa diangkat dan menjadi percontohan di tingkat Provinsi. Karena itu, dia berterima kasih atas apresiasi tersebut. (Ts/-Th)

Baca juga: Ganjar Ajak KAGAMA Sumbar Manfaatkan Keberagaman untuk Membangun Daerah


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA