Kagama Jalan Nordik, Anggotanya Tak Terbatas Negara dan Usia

732
Gleb, anggota Kagama Nordik asal Kanada mengaku terkesan dengan Nitilaku. Sebab banyak kegiatan budaya dan aspek sosial yang ditampilkan. Foto: Ezra
Gleb, anggota Kagama Nordik asal Kanada mengaku terkesan dengan Nitilaku. Sebab banyak kegiatan budaya dan aspek sosial yang ditampilkan. Foto: Ezra

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Acara Nitilaku 2019 berhasil dihelat oleh Universitas Gadjah Mada pada Minggu (15/12/209).

Salah satu rangkaian acara Peringatan Lustrum ke-14 dan Dies Natalis ke-70 UGM ini berhasil menyatukan berbagai kalangan, dari mulai sivitas akademika, Kagama Pengda dan Pengcab, Kagama Komunitas, hingga masyarakat.

Acara Nitilaku 2019 tersebut diawali dengan kegiatan Pawai Alegoris yang bermula dari Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta menuju kampus UGM di Bulaksumur.

Pawai tersebut berlangsung meriah, para peserta mengenakan kostum wayang, pakaian adat nusantara, hingga kostum pejuang.

Namun demikian, ada salah satu komunitas yang mencuri perhatian dalam pawai Nitilaku 2019.

Baca juga: Rektor Panut Mulyono Jelaskan Filosofi Nitilaku UGM

Komunitas itu adalah Kagama Jalan Nordik Indonesia (KJNI).

Jalan Nordik merupakan aktivitas jalan kaki yang dipopulerkan di Eropa.

Aktivitas ini menawarkan pengalaman berjalan kaki dengan dua tongkat.

Tujuannya agar menjadi latihan yang dapat mengurangi rasa sakit pada punggung, leher, dan bahu.

Komunitas ini hadir mengikuti pawai Nitilaku 2019 dan telah bersiap sejak pagi hari di Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta.

Baca juga: Ada Kendaraan Patih Gadjah Mada di Nitilaku UGM 2019