Hubungan Indonesia dan Rusia Terjalin Baik Berkat Islam

1053

Baca juga: Melihat Jose Vet Clinic Balikpapan Berbagi Kebaikan pada Bulan Ramadan

Uni Soviet kemudian memenuhi permintaan Bung Karno dan akhirnya makam Imam Bukhari berhasil ditemukan.

Bung Karno lalu tiba di Samarkand pada 1956 lalu mengunjungi makam tersebut.

Berkat jasa Bung Karno yang berusaha menemukan makam ulama besar itu, penduduk Samarkand hingga kini sangat ramah terhadap orang Indonesia yang datang.

Dalam kunjungan berikutnya, Soekarno mengunjungi Kota Petersburg, Rusia.

Dengan dikawal oleh pemerintah Rusia, Soekarno berhenti di sebuah masjid di sekitar Sungai Neva.

Baca juga: Pemuka Arwah Tanah Jawa Berkumpul di Kraton Surakarta saat Malem Selikuran Ramadan

Dia baru menyadari masjid tersebut sudah lama tidak digunakan. Oleh pemerintah Uni Soviet saat itu dijadikan gudang penyimpanan peralatan medis.

Ketika ditanya oleh Presiden Khrushchev, soal kesannya terhadap Petersburg, Bung Karno menyampaikan langsung bahwa dirinya tidak terkesan sama sekali, karena ada satu masjid yang dimanfaatkan tidak sesuai fungsinya.

Dia kemudian meminta Presiden Khrushchev untuk mengembalikan masjid tersebut ke umat Islam. Permintaan tersebut dipenuhi oleh Presiden Khrushchev.

“Saat ini, penduduk Petersburg mengakui bahwa Masjid Petersburg kembali ke umat iSLAM atas jasa Soekarno,” ujar pria asal Kebumen, Jawa Tengah ini.

Hubungan baik Indonesia dengan Uni Soviet, khususnya dengan Uzbekistan makin tumbuh, saat kunjungan berikutnya.

Baca juga: Cara Dubes Kristiarto dan KBRI Canberra Obati Rindu WNI Australia akan Ramadan di Tanah Air