Kisah Mahasiswa UGM di Harvard Tahun 50-an, Amerika Sinis kepada Para Imigran

1525
Banyak petugas bandara dan fasilitas umum yang bersikap sinis dan tidak senang dengan para pendatang. Para petugas keamanan lebih ketat. Foto: Baker Library
Banyak petugas bandara dan fasilitas umum yang bersikap sinis dan tidak senang dengan para pendatang. Para petugas keamanan lebih ketat. Foto: Baker Library

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Hari ini sering kita dapati mahasiswa UGM bepergian ke luar negeri untuk mengikuti konferensi tingkat internasional atau suatu perlombaan.

Di tahun 50-an hal tersebut juga sudah lazim terjadi.

Sebagai perguruan tinggi yang baru berdiri, bukan berarti UGM saat itu terisolasi dari dunia internasional.

Banyak mahasiswa UGM yang saat itu dikirim ke luar negeri untuk menempuh pendidikan singkat, maupun untuk memenuhi undangan dari perguruan tinggi lain.

Salah satunya tercatat dalam majalah Gadjah Mada terbitan bulan Januari 1954.

Baca juga: 3 Sosok Peraih Penghargaan pada Puncak Dies Natalis ke-70 UGM

Saat itu, seorang mahasiswa UGM mengirimkan tulisan yang berisi catatan perjalanannya ke Amerika kepada redaksi majalah Gadjah Mada.

Catatan tersebut dimuat dalam rubrik Luar Negeri di majalah Gadjah Mada.

Hanya saja, dalam rubrik tersebut tidak dicantumkan nama penulisnya.

Mahasiswa tersebut berharap dengan catatan yang dia buat, mahasiswa Indonesia yang akan bepergian ke Amerika sedikit mendapat gambaran mengenai kehidupan di sana.

Mahasiswa tersebut menghabiskan tiga bulan di Amerika.

Baca juga: Tim Berharap Ada Produksi Massal Mobil Listrik Arjuna UGM