Riwayat Dewan Mahasiswa UGM, Melanjutkan Cita-cita Kemerdekaan

1193

Baca juga: Ganjar Pranowo Ajak Alumni Berkontribusi Atasi Persoalan Negeri

Selain itu, program Dema saat itu antara lain membantu setiap kegiatan yang diagendakan oleh universitas.

Salah satunya ialah Dies Natalis UGM yang pertama pada 19 Desember 1950.

Kala itu upacara peringatan dihadiri oleh beberapa menteri sekaligus Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Malam harinya, Dema dan para mahasiswa lainnya mengadakan pawai dan karnaval yang bertajuk perjalanan sejarah Indonesia.

Mulai dari era kerajaan, masa penjajahan, hingga kemerdekaan Indonesia sekaligus berdirinya UGM.

Baca juga: Munas Kagama Tempo Dulu, Pak Koes Terpilih Dua Kali Berturut-turut

Seminggu sebelumnya, Dema juga menggelar pertandingan-pertandingan olah raga yang tak hanya melibatkan mahasiswa UGM tapi juga masyarakat sekitar.

Selain itu, masih ada beberapa ceramah akademik yang digelar oleh UGM dan mahasiswanya guna mendiskusikan persoalan-persoalan yang sedang ramai diperbincangkan kala itu.

Program-program Dema

Kesuksesan UGM menggelar berbagai acara tersebut tak terlepas dari peran Dema.

Terdapat divisi-divisi di dalam Dema yang bertugas melakukan kegiatan sesuai dengan bagian masing-masing.

Di antaranya adalah bagian penerbitan, bagian olah raga, bagian kesenian dan bagian asrama.

Baca juga: Cerita Bambang Purwoko Mendidik dan Tinggal Bersama Anak-anak Papua

Di bagian asrama para anggota divisi bertugas membantu pengelolaan asrama dan pengadaan beberapa kegiatan guna menunjang aktivitas asrama.

Pada 5 Oktober 1950 para dema mendapat undangan untuk mengirimkan perwakilannya guna mengikuti sidang parlemen di Jakarta.

Kala itu Dema mengirimkan sepuluh perwakilan ke Jakarta.

Kiprah Dema dengan berbagai kegiatannya tersebut menjadi bukti keberhasilan mereka menjalankan tugas dan fungsinya sebagai kesatuan mahasiswa antar fakultas yang baru berumur satu tahun. (Thovan)

Baca juga: Kemenhub Kebut Pembangunan Konektivitas dan Aksesbilitas Transportasi Joglosemar