Riwayat Dewan Mahasiswa UGM, Melanjutkan Cita-cita Kemerdekaan

1193

Baca juga: Plontjo dan Plontji dalam Penyambutan Mahasiswa Baru UGM Tahun 50-an

Sementara wakil ketua dan sekretaris Dema yaitu Soefaat dari Fakultas Teknik dan Koesnadi dari Fakultas Hukum.

Nazir Alwi di kemudian hari dipercaya menjabat sebagai rektor UGM, sama halnya dengan Koesnadi.

Melanjutkan Cita-cita Kemerdekaan

Usai pleno, Dema menyatakan turut bertanggung jawab dan ikut andil dalam mengembangkan UGM sebagai kampus yang baru berdiri, sekaligus melanjutkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Setelah Dema terbentuk, para anggota dan pengurus memiliki target untuk memperkenalkan keberadaan Dema ke masyarakat secara umum.

Para anggota menulis banyak artikel yang kemudian diterbitkan di berbagai media.

Baca juga: KRT Wreksodiningrat Dirikan Fakultas Teknik UGM di Tengah Perang Kemerdekaan

Selain itu, kabar tentang berdirinya Dema juga disiarkan melalui radio dan surat-surat kepada perwakilan mahasiswa di luar negeri.

Tak berhenti di sana, pada 12 Maret 1950 diadakan pertemuan antara dosen-dosen UGM dengan perwakilan Dema.

Kegiatan tersebut dilaksanakan guna mengenalkan keberadaan Dema sekaligus menjalin kerja sama yang lebih erat.

Selanjutnya, Dema yang baru terbentuk berencana mengadakan penyambutan mahasiswa baru secara bersama antar fakultas di tingkat universitas.

Namun karena beberapa kendala, kegiatan tersebut harus ditunda.

Baca juga: Sumbangsih Mahasiswa UGM di Awal Kemerdekaan RI