Adi Sutrisno Jadi Dosen Sastra Inggris UGM Berkat Saran Kekasih

1569

Baca juga: 38 Mahasiswa Asing Belajar Pertanian di UGM

Proses Adi untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi di Australia terbilang ketat.

Ia harus mengikuti serangkaian tes bahasa Inggris dan pelatihan orientasi kebudayaan.

Pelatihan tersebut perlu diikuti agar Adi bisa beradaptasi dengan baik di Australia.

Selesai mengikuti serangkaian tes dan latihan, Adi memprediksi akan berangkat ke Australia setengah tahun kemudian.

Namun, kedutaan Australia mendadak memintanya berangkat satu bulan kemudian.

Baca juga: Kembangkan Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0

Adi terkejut sekaligus bahagia, bahkan kondisi psikis itu sampai membuat kesehatannya terganggu.

“Saya seperti punya kelainan, Saya senang sekali atau sedih sekali pasti perut jadi mual kemudian muntah. Pokoknya nggak boleh ada di dua titik ekstrem itu. Saya senang bisa berangkat lebih cepat dan sedih karena di saat yang sama harus segera meninggalkan keluarga,” jelas Adi.

Alami Culture Shock Saat Kuliah di Australia

Melakoni kuliah di Australia, Adi alami culture shock.

Hari-hari pertama, Adi kaget jalanan dari bandara ke tempat tinggalnya begitu sepi, berbeda dengan Indonesia yang tempat umumnya selalu ramai.

Di samping itu, adaptasi dengan makanan juga dirasa sulit bagi Adi.

Baca juga: Dubes Djauhari: Indonesia Berpotensi Jadi Kekuatan Ekonomi Digital Terbesar Asia Tenggara