Maqin U. Norhadi Ciptakan Eksportir Penghasil Devisa untuk Negara

149
Maqin U. Norhadi, Managing Director Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), ingin peran LPEI semakin meluas untuk menggerakkan ekspor bagi Indonesia. Foto: KAGAMA.CO/Jos
Maqin U. Norhadi, Managing Director Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), ingin peran LPEI semakin meluas untuk menggerakkan ekspor bagi Indonesia. Foto: KAGAMA.CO/Jos

KAGAMA.CO, JAKARTA – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) merupakan lembaga negara yang didirikan khusus lewat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 dan 100 persen dimiliki oleh pemerintah.

LPEI semacam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetapi berada di bawah Kementerian Keuangan.

Adalah Maqin U. Norhadi menjadi Managing Director di lembaga keuangan milik negara tersebut.

“Tugas LPEI ini adalah meningkatkan ekspor Indonesia guna menambah devisa negara.”

Baca juga: Asah Kreativitas Karyawan, Destiawan Soewardjono Kirim Karyawan WK Belajar Seni dari Butet Kartaredjasa

“Keberadaan LPEI sama halnya dengan Eximbank di negara-negara maju lainnya yakni menghasilkan devisa yang tinggi buat negara tersebut,” tuturnya ketika mengawali perbincangan dengan KAGAMA.CO belum lama ini.

Maqin U. Norhadi menyatakan, Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan pada pelaku UMKM yang mempunyai produk untuk ekspor dengan bunga hanya 6 persen. Foto: KAGAMA.CO/Jos
Maqin U. Norhadi menyatakan, Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan pada pelaku UMKM yang mempunyai produk untuk ekspor dengan bunga hanya 6 persen. Foto: KAGAMA.CO/Jos

Menurutnya, keberadaan Eximbank juga merepresentasikan bahwa negara tersebut maju sebab ada komoditi atau hasil industri yang diekspor.

Di Jepang, ada Japan Eximbank, di Korea ada Korean Eximbank, termasuk di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara maju lainnya.

Contoh, Jepang maju di industri otomotif sehingga ekspor otomotif mereka didukung oleh Japan Eximbank.

Lantas Denmark punya industri semen yang hasil produknya diekspor dan kegiatan ini disokong Eximbank di negara tersebut.

Baca juga: Begini Strategi Destiawan Soewardjono Sehatkan Waskita Karya

“Indonesia juga ingin seperti negara maju lainnya, tapi kita bukan negara industri seperti mereka.”

“Indonesia merupakan negara yang kaya dengan komoditi seperti rempah-rempah, hasil perkebunan, hingga pertambangan,” tutur pria lulusan S2 Universitas Gadjah Mada tersebut.

Oleh sebab itu, ungkapnya, pemerintah ingin agar komoditi seperti crude palm oil (CPO), beras, kopi, teh, karet, nikel, tembaga, timah, emas, batubara, hasil-hasil kerajinan, hingga furniture itu bisa diekspor guna menghasilkan devisa bagi negara.

Di sinilah peran dari Indonesia Eximbank atau LPEI untuk mengakselerasi atau membuat komoditi itu bisa diekspor melalui sebuah ekosistem.

Baca juga: Begini Inovasi G2R Tetrapreneur Perkotaan atau Kampungpreneur

Tugas LPEI meningkatkan, mendorong, dan membuat ekosistem yang menjadikan ekspor Indonesia itu naik.

LPEI membantu semua pelaku usaha dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga korporasi.

“Jadi, Indonesia Eximbank adalah institusi atau lembaga negara yang bergerak di bidang pembiayaan, penjaminan eskpor, serta asuransi ekspor.”

“Di samping itu, LPEI memberikan pelatihan serta pendampingan kepada pelaku UMKM agar produk mereka bisa diekspor, LPEI menciptakan eksportir.”

Baca juga: G2R Tetrapreneur dan BRIN Berkolaborasi Bumikan Ekonomi Pancasila

“LPEI mendapat mandat dari pemerintah, setiap tahun menghasil devisa  minimal US$500 juta dan selalu naik.”

“Saya ditunjuk oleh pemerintah sebagai Managing Director untuk mengurusi bussines development dari Indonesia Eximbank atau LPEI,” papar Maqin.