Bekerja sesuai Amanat, Profesional, dan Jujur

411
Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, kini menjadi Tenaga Ahli Menpora dan Ketua Umum Indonesia Anti Doping Organization (IADO). Foto: KAGAMA.CO/Josep
Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, kini menjadi Tenaga Ahli Menpora dan Ketua Umum Indonesia Anti Doping Organization (IADO). Foto: KAGAMA.CO/Josep

KAGAMA.CO, JAKARTA – Nama Gatot Sulistiantoro Dewa Broto dikenal luas berkat kiprahnya di jagad olahraga tanah air, terutama di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Bahkan mantan Sekretaris Kemenpora ini merupakan sosok yang akrab dengan media massa tanah air.

Pasalnya, dia menjadi juru bicara serta narasumber terpercaya yang menyampaikan segala kebijakan Kemenpora terkait olahraga kepada masyarakat luas.

Selain itu, namanya mengemuka dalam beberapa peristiwa heboh terkait dunia olahraga di bumi Nusantara.

Baca juga: Berkat Prestasi Kerja, Menhub Budi Karya Karya Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UGM

Gatot menjadi “bumper” bagi Menpora Imam Nahrawi yang membekukan organisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) karena berbagai kasus yang membelitnya pada 2015.

Dia menjadi Direktur Keuangan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC), panitia perhelatan Asian Games 2018 yang sukses.

Bahkan ia menjadi saksi dalam kasus korupsi yang menjerat Menpora Imam Nahrawi.

Kini ayah dari satu orang putra ini telah pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Baca juga: Ova Emilia Jadi Rektor UGM Periode 2022 hingga 2027

Dia resmi pensiun pada November 2021 silam, tapi Menpora Zainudin Amali masih membutuhkan tenaga dan pemikirannya sehingga ia dipercaya sebagai Tenaga Ahli Menteri.

“Lantas pada Mei 2022 lalu, Menpora memberi tanggung jawab kepada saya sebagai Ketua Umum Indonesia Anti Doping Organization (IADO),” ujar Gatot ketika ditemui kantornya di Kemenpora, Jakarta, Senin (23/5/2022).