Bekerja sesuai Amanat, Profesional, dan Jujur

332

Dari Tahun 1989

Perjalanan kariernya sebagai birokrat di pemerintahan terbilang panjang, dari 1989 hingga saat ini, dan dia pernah menempati beberapa posisi strategis di beberapa kementerian.

Gatot mengawali kariernya di Kementerian Pariwisata dan Telekomunikasi, lalu ke Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, sampai dia berlabuh Kemenpora.

Bagi juga: Psikolog UGM Berbagi Tips Mengelola Emosi

Dia bersentuhan dengan dunia olahraga saat ia menerima tawaran Menpora kala itu, Roy Surya, untuk membantunya di Kemenpora.

Tahun 2014, dia dilantik sebagai Deputi 5 Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora.

Sejak itu Gatot terus berkiprah bersama Kemenpora hingga pensiun.

Menurutnya, sepanjang kariernya di pemerintahan yang paling menantang itu Kemenpora.

Baca juga: Mengatasi Anak yang Mogok Sekolah

Pasalnya, ia menghadapi berbagai polemik di seputar dunia olahraga sehingga harus tampil di depan menyuarakan kebijakan Kemenpora.

“Saya sampai stres hingga harus dirawat di rumah sakit.”

“Saya sempat hendak balik ke Kemenkominfo, apalagi saya dapat tawaran menjadi Direktur Jenderal di sana.”

“Tapi istri menasihati saya agar tetap bertahan di Kemenpora dan menghadapi permasalahan yang ada, ternyata pilihan itu tepat serta berbuah manis pada akhirnya,” ungkap alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM angkatan 1981 tersebut.

Baca juga: Kementerian Sosial dan Titipku Scale Up Usaha KPM Melalui Prokus

Bagi Gatot ada tiga prinsip sederhana yang dipegang teguh dalam bekerja.

“Bekerja sesuai amanat, profesional, dan jujur,” pungkasnya. (Jos)