Kenangan Bagus Saleh di Fakultas Filsafat UGM dan Suka Duka Memimpin KAGAMA Balikpapan

1050

Baca juga: Keterbukaan Informasi dari Pemerintah Penting untuk Mengurangi Berita Hoaks

Memimpin KAGAMA Balikpapan

Sejak dilantik Ketua Umum PP KAGAMA Ganjar Pranowo pada September 2019, Bagus Saleh resmi menjadi Ketua Pengcab KAGAMA Balikpapan masa bakti 2019-2023.

Bagus menilai, organisasi pimpinannya itu cukup unik. Sebab, tidak ada program yang spesifik.

“Visiku cuma ketemuan rutin dengan santai setelah (selesai –red) urusan kerja atau rumah, bisnis atau yang serius,” tutur Bagus.

“Gojek-gojek kere lagi dengan para alumni. Lha kok malah cocok dengan semuanya. Embuh kuwi (entahlah), he… he…,” lanjutnya dengan setengah bercanda.

Meski begitu, KAGAMA Balikpapan memiliki agenda rutin seperti SARBER (Sarapan Bersama) dan silaturahmi antar-anggota tiap bulan.

“Kalau Sarber hanya media untuk berembuk atau dadakan saja. Tahun lalu ada program dari Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk bantu stunting di daerah Teritip dengan kolam lele.”

“Juga ada penyediaaan kaca mata baca untuk pelajar tidak mampu. Serta menunjang program UGM pada penugasan KKN di wilayah Kaltim yang dekat dengan Balikpapan,” terangnya.

Baca juga: Beragam Upaya KAGAMA Bali Cegah Penyebaran Wabah Covid-19

Hobi

Bagus mengaku bahwa beladiri dan renang adalah olahraga yang wajib diikuti  di keluarganya.

Karena itu, dua olahraga itu sudah dia geluti sejak masih kecil.

Semasa kuliah, dia pernah ikut UKM Dayung dan P3K. Namun, sejak Bagus mengalami patah tulang pada tumit kiri kakinya, satu-satunya olahraga yang masih dilakukan adalah beladiri Taichi.

“Sekarang Taichi saja. Aku berlatih Tachi dengan istriku (Martanti Sri Widowati),” kata Bagus.

“Kalau pulang ke Jogja, aku dan istri ikut berlatih di halaman GSP UGM Sabtu pagi,” terangnya.

Padahal, dahulu Bagus mengikuti beberapa bela diri. Bahkan dia juga sempat ikut mendirikan Tarung Drajat di tempat kerjanya dulu, Badak NGL, Bontang.

Meski begitu, raihan prestasi bisa didapat Bagus melalui beladiri Taichi.

“Di Bali tahun 2018 dapat 1 perak dan 2 perunggu, istriku dapat 3 perunggu. Di Balikpapan tahun ini aku dapat 1 emas dan 1 perunggu, istriku dapat 2 emas dan 2 perak. Semuanya di kelas 45-55 tahun,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Inisiatif SONJO Bantu Masyarakat yang Rentan dan Berisiko Terkena Dampak Covid-19