Pesan Suster Angelina Saat Nitilaku, UGM Dapat Memberi Contoh Soal Kerukunan Beragama

624
UGM dapat memberikan contoh soal kerukunan, terutama kerukunan beragama. Foto: Ezra
UGM dapat memberikan contoh soal kerukunan, terutama kerukunan beragama. Foto: Ezra

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Nitilaku UGM 2019 ternyata memberi kesan bagi masyarakat DIY.

Pawai alegoris dari Pagelaran Kraton Jogja menuju Balairung UGM pada Minggu (15/12/2019), diikuti ribuan peserta, baik sivitas UGM, alumni dan masyarakat umum.

Kontingen Nitilaku dilepas oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama, Ganjar Pranowo, Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Selain itu juga Sekjend PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana, Ketua Dewan Guru Besar, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D, Ketua Senat Akademik UGM Prof. Dr. dr. Hardyanto Sp.KK(K) dan Ketua Panitia Nitilaku 2019 Hendrie Adji Kusworo, Ph.D.

Rute pawai melewati beberapa ruas jalan, antara lain Jalan Malioboro, Jalan Abubakar Ali, Kotabaru, Jalan Cik ditiro, hingga masuk ke lingkungan UGM.

Baca juga: Nostalgia Rektor UGM di Gelanggang Mahasiswa, Sering Ngungsi Saat UAS

Dalam acara tersebut terlihat antusiasme masyarakat yang menyaksikan pawai tersebut di sekeliling jalanan.

Selain menyaksikan, beberapa warga masyarakat terlihat turut memberikan dukungan dalam bentuk sajian makanan dan minuman gratis untuk peserta pawai.

Salah satunya adalah RW 7 Sagan, Yogyakarta bekerja sama dengan Rumah Sakit Panti Rapih.

Ibu-ibu RW 7 Sagan dan para suster terlihat membagikan beberapa macam penganan, seperti timus hingga jadah tempe, serta minuman khas, seperti wedang uwuh dan Teh sereh.

Menurut Maryati dari RW 7 Sagan serta Suster Angelina dari Rumah Sakit Panti Rapih, Nitilaku ini sungguh berkesan.

Baca juga: The Dean Nekat Tampil di Nitilaku UGM 2019, Hanya Latihan 1 Jam