Abang-None dan Ondel-Ondel Kagama DKI Semarakkan Nitilaku UGM 2019

496
Kagama Pengda DKI memang memprogramkan diri untuk terus ikut serta dalam Nitilaku setiap tahunnya. Foto: Fendi
Kagama Pengda DKI memang memprogramkan diri untuk terus ikut serta dalam Nitilaku setiap tahunnya. Foto: Fendi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Nitilaku UGM 2019 yang menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis ke-70 UGM telah berlangsung dengan meriah.

Diawali dengan pawai alegoris dari Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta pada pagi hari, Nitilaku ditutup dengan beberapa penampilan di panggung halaman Balairung UGM.

Pawai alegoris diikuti oleh beberapa kalangan, seperti sivitas akademika UGM, Kagama Pengda dan Pengcab, hingga masyarakat umum.

Mereka mengenakan kostum wayang, pakaian adat nusantara, hingga pakaian pejuang.

Para penampil, seperti Elek Yo Band yang merupakan band kolaborasi para menteri Kabinet Indonesia Maju dan The Dean Band sukses membuat para penonton terpukau.

Baca juga: Pesan Suster Angelina Saat Nitilaku, UGM Dapat Memberi Contoh Soal Kerukunan Beragama

Acara semakin meriah saat The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot naik pentas dengan membawakan beberapa lagu, seperti Cidro, Layang Kangen, Banyu Langit, hingga Pamer Bojo, yang membuat para penonton semakin ‘ambyar’.

Salah satu peserta pawai yaitu Kagama Pengda DKI Jakarta.

Dituturkan oleh seorang anggota Pengda Kagama DKI, Ridwan, rombongan datang ke Yogyakarta sejak hari Sabtu untuk memeriahkan pawai Nitilaku 2019.

Pengda DKI Jakarta tampil lengkap mengenakan pakaian adat dengan membawa pernak- pernik, seperti boneka ondel-ondel.

“Kami datang sejak hari sabtu, dengan rombongan sebanyak 10 orang, kembanyakan berasal dari angkatan 2007, tetapi yang senior juga banyak,” tutur Ridwan.

Baca juga: Makna Kostum Wayang dan Pejuang yang Dipakai Para Dekan UGM Saat Nitilaku