Sempat Tak Disetujui Orang Tua, Lulusan Ilmu Keperawatan UGM Ini Sukses Berwirausaha

1199
Alumnus Ilmu Keperawatan UGM ini berpesan, pelaku usaha wajib mengingat kunci penting berwirausaha, yakni ‘mulai saja dulu, sempurnakan kemudian. Foto: Kumparan
Alumnus Ilmu Keperawatan UGM ini berpesan, pelaku usaha wajib mengingat kunci penting berwirausaha, yakni ‘mulai saja dulu, sempurnakan kemudian. Foto: Kumparan

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Amanda Kurniasih, S.Kep., Ns., M.Kep, mulai memikirkan jati diri dan cita-citanya di masa depan

Hal tersebut dialami Amanda ketika menempuh pendidikan masternya di Universitas Padjajaran, Bandung.

Definisi cita-cita bagi perempuan yang akrab disapa Manda ini, selayaknya menggambarkan sesuatu yang membuatnya merasa hidup.

“Cita-cita saya lebih dari satu, antara lain menjadi tentara, peneliti atau guru, atau ibu rumah tangga.”

“Di saat yang sama saya juga memiliki impian untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan. Impian ini hanya saya dan Allah yang tahu,” ungkapnya.

Baca juga: Mengcovidkan Pasien yang Bukan Covid adalah Upaya Bunuh Diri dari Rumah Sakit

Kisahnya ini dia bagikan dalam acara Alumni Berbagi Nursepreneur Talk: Mengupas Peluang Usaha Bagi Alumni Keperawatan, yang digelar oleh Alumni FK-KMK UGM beberapa waktu lalu secara daring.

Pencarian jati diri, cita-cita dan impian, kata Manda, bisa dipenuhi dengan kapasitas dan tanpa harus meninggalkan kewajiban kita sebagai manusia.

Menghadapi hal ini, Manda berusaha sadar diri dengan kapasitas dan mencari tahu gambaran kehidupan yang diinginkan, serta skill yang dimiliki.

Begitu menikah dengan seorang pria, Manda bersyukur tiga cita-citanya bisa terwujud.

Suaminya itu telah membantunya meraih profesi guru, peneliti, dan ibu rumah tangga.

Baca juga: Ganjar Pranowo Temui Pendemo UU Cipta Kerja dan Ajak Nyanyi Dangdut Bareng