Julian Latuheru, Alumnus Magister Manajemen UGM yang Nyaman Jualan Marmer via Instagram

110
Alumnus Magister Manajemen UGM, Julian Latuheru, memanfaatkan media sosial Instagram untuk memasarkan produk batu marmer. Foto: Ist
Alumnus Magister Manajemen UGM, Julian Latuheru, memanfaatkan media sosial Instagram untuk memasarkan produk batu marmer. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BALIKPAPAN – Warga KAGAMA Balikpapan yang kini tinggal di Makassar, Julian Latuheru, hidup di tengah banyak pertambangan batu marmer.

Julian pun pernah menjadi General Manager sebuah perusahaan tambang.

Meski begitu, dia tidak ikut-ikutan untuk mengelola tambang sendiri mengingat modal yang dibutuhkan cukup besar.

Menurut Julian, untuk pengurusan izin tambang skala kecil (5-10 hektar) plus alat beratnya, biayanya bisa mencapai Rp5 miliar di Sulawesi Selatan.

Biaya pengurusan izin bahkan bisa menghabiskan Rp15 miliar jika pengusaha juga ingin sekalian membangun pabrik.

Baca juga: KAGAMA Kepri dan KAGAMA Batam Sumbang 150 Bibit Pohon untuk Kebun Raya Batam

Julian pun memilih jalan lain, yakni bermitra dengan pengusaha tambang marmer untuk mengurusi pemasaran, pengiriman, dan aplikator pemasangan jika dibutuhkan.

Kisah Julian dalam menjual batu marmer Sulawesi Selatan dibabar dalam KAGAMA Balikpapan Weekend Sharing seri 3, Minggu (20/9/2020).

“Awalnya saya melihat bahwa marmer minim iklan di online. Saya bilang kepada penambang, ‘Bolehlah saya ikut jualin’,” kata Julian.

“Akhirnya saya bikin website tambang. Saya kembangkan biar kena SEO (Search Engine Optimization). Dari situ saya dapat banyak orderan proyek dari website,” terangnya.

Lama-kelamaan, Julian berpikir, kenapa tidak coba membikin medsosnya?

Baca juga: Indonesia Perlu Terus Kembangkan Bioenergi untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil