Julian Latuheru, Alumnus Magister Manajemen UGM yang Nyaman Jualan Marmer via Instagram

754

Baca juga: KAGAMA Golf Club, Match Play dan Monthly Medal Sore itu…

Hal ini berbeda dari website karena konsumen harus melakukan pencarian di Google.

Banyak teknik yang dipakai Julian untuk beriklan. Salah satunya yakni membubuhkan beragam kata yang sesuai dengan tagar setiap mengunggah gambar.

Sejauh ini, dia mengaku nyaman menggunakan platform Instagram.

Sebab, jebolan program Master of Business Administration UGM ini bisa menjangkau pasar internasional selain dari nasional.

Meskipun begitu, kebanyakan pembeli internasional lebih senang melihat website karena menilai lebih kredibel.

Baca juga: Ingin Bantu Masyarakat Luas, Ketua KAGAMA Jabar Lulusan Kedokteran Ini Pilih Jadi Birokrat

“Di Instagram, saya menaruh link (WhatsApp) agar bisa direspons cepat. Dalam mengelola bisnis online di Instagram, kita harus aktif posting,” ujar Julian.

“Orang akan malas melihat akun kita kalau posting kita sedikit, gambar tidak menarik, dan tidak interaktif.”

“Kita juga harus paham teknik dasar online marketing. Itu yang harus kita pikirkan sebelum posting,” jelas dia, yang punya cita-cita memamerkan masjid di seluruh Indonesia.

Sementara itu untuk pemasaran melalui website, Julian memberi saran agar mengutak-atik metadata.

Baca juga: Perjuangan Ketua Umum KABIDGAMA Menjadi Bidan Berprestasi Global

Yakni dengan menyisipkan beberapa kata yang dicari orang dalam konten di website.

Dia berpendapat, hal itu akan mempercepat konten tersangkut SEO Google.

Parameternya adalah seberapa banyak orang yang kemudian berkunjung ke website. (Ts/-Th)

Baca juga: Pengalaman Mumtihana Muchlis yang Mendapat Hibah Internasional di Bidang Kebidanan