Hal Berat yang Harus Dilalui untuk Menjadi Fotografer Profesional

99
Alumnus Geografi UGM, Ahmad Zamroni, membagikan kisahnya saat melakoni peran sebagai fotografer profesional. Foto: Ist
Alumnus Geografi UGM, Ahmad Zamroni, membagikan kisahnya saat melakoni peran sebagai fotografer profesional. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Visual memudahkan seseorang untuk bercerita. Inilah yang terpikir di benak fotografer profesional alumnus UGM, Ahmad Zamroni saat duduk di bangku SMA.

Sejak saat itu, pria yang akrab disapa Roni ini giat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler fotografi.

Roni memanfaatkan fasilitas kamera yang disediakan oleh sekolahnya untuk belajar.

“Barulah saat saya diterima di UGM, saya mendapat hadiah kamera dari orang tua. Sejak saat itu saya intens menekuni fotografi.”

“Awalnya hobi saja, tidak terbayangkan bisa menjadi fotografer,” ujarnya.

Baca juga: Pakar Hukum Alumnus UGM Jelaskan Kenapa Tren Calon Tunggal Meningkat pada Pilkada 2020

Roni menceritakan hal tersebut dalam sharing online KAGAMA Fotografi bertajuk Dari Hobi Menjadi Profesi, yang digelar pada Sabtu (10/10/2020).

Semakin Roni intens mempelajari, semakin serius pula dia mempelajari fotografi.

Dia kemudian meniatkan diri untuk menjadikan dunia fotografi sebagai tempatnya membangun karier.

Ketika lulus dari kampus kerakyatan, dengan modal kemampuan dan karya-karya yang sudah dia buat, Roni melamar pekerjaan sebagai fotografer jurnalistik di salah satu media daring.

“Menjadi fotografer jurnalistik cukup menantang. Peristiwa tak terduga bisa datang kapan saja dan di mana saja. Ketika ada kejadian datang kita haris cepat.”

Baca juga: KAGAMA Sukoharjo Kunjungi Jatisobo dalam Rangka Program Pengembangan Desa Inklusif