Revitalisasi SRG Solok, Memoar Jokowi Muda dan Pendakian Kerinci 1983

628
Hamparan sawah dan bukit batu yang berbaur bersama rumah-rumah Gadang ini memanjakan mata Jokowi dan rekan-rekannya pada 1983 silam.(Foto: bisniswisata.co.id)
Hamparan sawah dan bukit batu yang berbaur bersama rumah-rumah Gadang ini memanjakan mata Jokowi dan rekan-rekannya pada 1983 silam.(Foto: bisniswisata.co.id)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Februari 2018 silam, revitalisasi Kawasan Kampung Adat Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat dimulai. Revitalisasi ini dilakukan atas perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir dari kabar 24.bisnis.com revitalisasi ini Jokowi lakukan mengingat Kawasan SRG merupakan peninggalan kebudayaan yang perlu dilestarikan sebagai identitas daerah. Selain itu, menurutnya ini bisa menjadi satu potensi pariwisata yang bisa dikembangkan.

Adanya revitalisasi ini bagi Jokowi bisa menjadi satu bentuk warisan bagi penerus bangsa di masa depan.

Revitalisasi Kawasan SRG ditaksir menghabiskan dana sebanyak Rp 110 miliar yang berasal dari pemerintah pusat. Selain karena melihat adanya potensi pariwisata dan menjaga keberlanjutannya, langkah ini diambil Jokowi karena kekagumannya pada Kampung Adat SRG.

Kekaguman ini muncul saat kali pertama ia menyaksikan keindahan pesona Kawasan SRG pada 1983. Kala  itu ia dan 13 rekannya yang tergabung dalam Mapala Silvagama UGM sedang melewati daerah Solok saat hendak melakukan perjalanan menuju Gunung Kerinci.

Jokowi (paling tinggi) dalam ekspedisi Gunung Kerinci 1983 bersama Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM).(Foto: Mapala Silvagama)
Jokowi (paling tinggi) dalam ekspedisi Gunung Kerinci 1983 bersama Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM).(Foto: Mapala Silvagama)

Hamparan sawah dan bukit batu yang berbaur bersama rumah-rumah Gadang ini memanjakan mata Jokowi dan rekan-rekannya.

“Di antara hamparan sawah, ada bukit batu, lalu di ujungnya ada rumah gadang,” kenang Joko Santoso, rekan Jokowi yang berada dalam rombongan tersebut dalam buku Kerinci 1983: Jokowi Traveling Story.

Joko Santoso, atau yang akrab dipanggil Joksan ini meyakini bahwa pengalaman saat di Solok tersebut kemudian menginspirasi Jokowi untuk menjalankan program Revitalisasi Kawasan Seribu Rumah Gadang saat menjadi Presiden.

Hal ini dibenarkan oleh Jokowi, dilansir dari finance.detik.com, Jokowi mengaku kagum dengan Kampung Seribu Rumah Gadang saat melintasi kawasaan ini semasa hendak mendaki Gunung Kerinci pada 1983 silam.

“Saya ingat betul waktu ke Kerinci lewat perkampungan Solok Selatan, saya kagum akan tradisi rumah adat yang sangat cantik dan sangat indah sekali,” tutur Jokowi.(Rosa)