KAGAMA.CO, BULAKSUMUR—Di bulan Ramadan, mahasiwa UGM giat menggelar kegiatan Ramadan di Kampus (RDK). Salah satu UKM yang mengkoordinir kegiatan tersebut ialah Jama’ah Shalahuddin. Melalui kegiatan RDK banyak mahasiswa perantauan berkantong tipis yang bisa berbuka puasa secara gratis di Masjid Kampus.

Barangkali masih sedikit mahasiswa UGM yang mengetahui sejarah berdirnya satu-satunya Unit Kegiatan Mahaswa Islam tingkat universitas yang diakui secara formal oleh UGM. Oleh karena itu, Kagama berupaya merangkum sejarah berdirinya Jamaah Shalahudin.

Perjalanan Jama’ah Shalahuddin bermula dari kegiatan Lemabaga Dakwah Kampus (LDK) yang eksis pada tahun 1974–1975. Saat itu, Dema (Dewan Mahasiswa) mengadakan peringatan Maulid Nabi dengan format yang berbeda dan diberi nama Maulid Pop.

Kegiatan ini berupaya menampilkan Islam dalam perspektif budaya ilmiah kampus. Oleh karena itu, kegiatan tersebut menghadirkan tokoh dari berbagai golongan seperti YB Mangunwijaya dan Amri Yahya dengan mengambil tempat di Gelanggang Mahasiswa UGM.