Orang Indonesia Harus Berani Kuliah di Harvard

1713
Diaspora KAGAMA di AS, Siti Rahmayani, membagikan pengalamannya saat kulah di Harvard University. Foto: Ist
Diaspora KAGAMA di AS, Siti Rahmayani, membagikan pengalamannya saat kulah di Harvard University. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Di tengah kencangnya isu-isu rasial di Amerika Serikat, etos nasional AS yang disebut American Dream masih dijunjung oleh sebagian masyarakat.

Research Fellow, Boston Children Hospital, Siti Rahmayanti mengatakan, American Dream merupakan konsep yang menjunjung keberagaman, HAM, kesetaraan, serta kesempatan yang sama dalam meraih kesuksesan.

“Saat kuliah di AS, mahasiswa dan dosen di sini sangat beragam. Mereka membaur bersama meskipun berbeda warna kulit dan aksen.”

“Harvard University juga bekerja sama dengan berbagai afiliasi untuk memfasilitasi mahasiswa.”

“Di sini teman-teman akan dikelilingi tokoh-tokoh dunia dan penerima nobel, serta ikatan alumninya kuat di seluruh dunia,” ungkap lulusan Harvard Medical School itu.

Baca juga: Prihatin Para Tetangga Terdampak Pandemi, Rimbawati UGM Ini Pasang Canthelan di Desa Singosaren, Bantul

Siti membagikan kisahnya ini lewat webinar bertajuk 70 Tahun Hubungan RI-AS: Evaluasi dan Proyeksi, yang digelar beberapa waktu lalu oleh PP KAGAMA dan KAGAMA Amerika secara daring.

Tidak ada kriteria khusus untuk menjadi mahasiswa Hardvard University. Namun, pihak kampus, kata Siti, ingin calon mahasiswanya memiliki keunggulan atau keunikan, yang bisa membuat lingkungan Harvard University lebih dinamis.

“Tidak lupa juga calon mahasiswa punya keinginan besar untuk belajar hal baru, bisa terus bertumbuh dalam tekanan, berkarakter, serta bisa menerima ide-ide baru, dan bisa memberikan kontribusi untuk kampusnya,” ujar dokter yang menekuni bidang imunologi itu.

Di samping itu, mentorship dan networking juga dinilai penting. Mahasiswa harus pandai bergaul dan menjalin hubungan baik dengan orang-orang sekitar.

Alhasil relasi mengenal baik pribadi kita dan kemampuan kita dalam bekerja, sehingga mahasiswa dan relasinya bisa bermanfaat satu sama lain.

Baca juga: KAGAMA Bali Gelar Pameran Seni Rupa sebagai Refleksi Masa Pandemi