Kamis, 20 Juni 2024 | 19:08 WIB

Majapahit Embrio Berdirinya ASEAN, Sebuah Diskursus Meyambut Keketuaan ASEAN-Indonesia 2023

Pendiri ASEAN Indonesia

Indonesia merupakan salah satu pendiri (the founding father) ASEAN.

Baca juga: Transtoto Ngotot Sarankan Luas Tutupan Hutan Jawa dan Indonesia Harus Diperbaiki

Sejarah mencatat, saat itu Indonesia diwakili oleh Adam Malik selaku Menteri Luar Negeri (28 Maret 1966 hingga 23 Maret 1978).

Untuk itu, ada baiknya kita mengenal tokoh tersebut.

Adam Malik atau lengkapnya Adam Malik Batubara, lahir dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis di Pematang Siantar, Sumatra Utara pada 22 Juli 1917.

Beliau memulai kariernya sebagai wartawan.

Baca juag: UGM Tiada Henti Mengabdi ke Pelosok Negeri

Pada 1937, Adam Malik dan rekan-rekannya mendirikan Antara yang kelak menjadi kantor berita nasional.

Ia terlibat dalam kemerdekaan dan mendirikan Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba).

Pada tahun 1959, Adam Malik menjadi duta besar Indonesia untuk Uni Soviet dan Polandia.

Di era Presiden Soekarno, beliau menjabat Menteri Perdagangan sebelum menjadi Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin.

Baca juga: Agar Akademisi UGM Tidak Stres Lalu Bunuh Diri

Pada masa Orde Baru, Adam Malik diberi jabatan Menteri Luar Negeri.

Adam Malik dijuluki Si Kancil (bertubuh kecil, tapi cerdik) mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1978-1983.

Embrio ASEAN Masa Maha Patih Gadjah Mada (1313-1364 M)

Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada saat Raja Hayam Wuruk memrintah di era Abad ke-14 (1350-1389 M) dengan sang Maha Patih Gadjah Mada.

Baca juag: Tentang Fresh Graduate yang Menolak Gaji Rp 8 Juta dan Persoalan Dunia Kerja Mereka

Mengutip karya jurnal yang ditulis Yusak Farchan dan Firdaus Syam “Tafsir Kekuasaan Menurut Gajah Mada” (Jurnal Politik, Volume 11, 2015), bahwa sifat dari Gadjah Mada serupa dengan ayahnya Gajah Pagon.

Dua orang yang memiliki nama Gajah tersebut bersifat pemberani, tahan mental, tidak mudah menyerah, setia kepada tuannya dan berperilaku seperti hewan gajah dalam menghalau semua penghalang.

Di bawah perintah Maha Patih Gadjah Mada (1313-1364 M), Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya dan menguasai banyak wilayah.

Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh abad XIII-XV, wilayah kekuasaan Majapahit meliputi pulau-pulau di luar Jawa, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya (Malaysia), Brunei Darussalam, dan sebagian Filipina.

Baca juga: Kagama Papua Barat Ajak Seluruh Alumni Bangun Tanah Papua

Kalau diterjemahkan sekarang merupakan sebagian besar wilayah Association South of Asian Nations (ASEAN).

Apabila ditelaah lebih lanjut, bahwa pada era Kejayaan Majapahit, kerajaan ini telah berhasil menguasai sebagian besar wilayah ASEAN dan hal tersebut merupakan perwujudan Sumpah Palapa Gadjah Mada.

Jadi Gadjah Mada sangat pantas bila disebut inspirator berdirinya ASEAN.

Menjelang Keketuaan ASEAN-Indonesia 2023, sangatlah pantas bahwa Maha Patih Gadjah Mada merupakan inspirator berdirinya ASEAN, sekaligus menjadi legacy atas kepemimpinan Indonesia tahun depan.

Baca juga: Abiprayadi Imbau Wisudawan Membawa Nilai-nilai ke-UGM-an di Dunia Kerja

Hal tersebut membuktikan bahwa ada benang merah atas perwujudan kekuasaan Majapahit abad ke-14 serta terwujudnya ASEAN saat ini sehingga hal tersebut sekaligus membangkitkan rasa patriotis dan nasionalisme generasi muda.

Apalagi nama Gadjah Mada itu sendiri telah digunakan dan diabadikan sebagai nama universitas negeri tertua (19 Desember 1949) dan berkembang menjadi yang terbaik di Indonesia (QS WUR 2023) yaitu Unversitas Gadjah Mada (UGM).

UGM merupakan universitas pertama yang didirikan oleh pemerintah paska kemerdekaan.

Kedua kebanggaan ini yaitu ASEAN dan Gadjah Mada diharapkan semakin mengangkat legacy Indonesia di mata internasional.

Baca juga: Mengalami Bullying di Tempat Kerja? Hadapi dengan Cara Cerdas


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA