Minggu, 14 Juli 2024 | 12:26 WIB

Transtoto: Daya Guna Keanekaragaman Hayati Sangat Mengurangi Beban Biaya APBN dan Biaya Hidup Masyarakat

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Hutan Indonesia memiliki aneka kekayaan jenis baik flora dan fauna yang sangat bernilai.

Bukan hanya tambang mineral dan minyak yang ada di perut bumi Indonesia.

Kandungan samudera yang luasnya 220 juta hektare juga merupakan kekayaan hutan bahari yang luar biasa besarnya.

Dengan lebih dari 17 ribu pulau disertai kehidupan terumbu karang, ganggang laut maupun oceano biotik yang melimpah.

Baca juga: Transtoto: Keanekaragaman Hayati Kekakayaan Hutan Indonesia Harus Dijaga serta Dimasyarakatkan

Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negeri terindah dan terkaya di dunia, khususnya terkaya biodiversiti dan sumber daya alam hayati serta ekosistemnya.

“Meski masih sangat tercela karena negeri ini berada dalam posisi buruk sebagai penyumbang plastik dan sampah nomor dua di dunia, hutan bersama rangkaiannya serta segala fungsinya adalah inti lingkungan hidup yang sangat penting bagi dunia,” jelas Dr. Ir. Transtoto Handadhari, M.Sc, pakar ekonomi Kehutanan dan lingkungan KAGAMA itu di tengah meluasnya issue pentingnya hutan untuk dijaga kelestariannya dan diperlakukan tanpa kecurangan (no cheating) dalam keterangan persnya, Senin (29/5/2023).

Keanekaragaman hayati hutan menjadi bagian yang sangat penting.

Salah satunya berupa tumbuhan semak yang sudah familiar di masyarakat nusantara yakni kenikir (Artemisinin sp.).

Baca juga: Transtoto: Bela Hutan, Bela Negara

Jenis tumbuhan semak yang populer dan umum dikonsumsi masyarakat sebagai lalapan masakan pecal.

Manfaat utamanya dari dahulu kala dikenal sebagai obat malaria, penghilang bau keringat, dan bau mulut.

Namun baru-baru ini terkuak manfaatnya bahwa kenikir adalah obat yang sangat mujarab dalam mencegah dan membunuh kanker, terutama kanker payudara untuk kaum wanita yang telah ribuan tahun digunakan di Tiongkok, dan terbukti tidak meninggalkan bekas kanker.

Penyakit lain yang dapat disembuhkan misalnya penyakit maag (lambung), lemah jantung, radang leher, cuci darah, menguatkan sistem kekebalan tubuh, penguat tulang, dan menambah nafsu makan (Darmawan Wicaksono, 2023).

Baca juga: Transtoto: Hiruk Pikuk Politik Kekuasaan Jangan Abaikan Fungsi Hutan

“Dari informasi yang diperoleh ekstrak kenikir justru masih sangat sulit didapatkan dan mahal harganya,” kata Transtoto.

“Disarankan agar pemerintah dapat lebih efektif dan masif menyosialisasikannya melalui berbagai cara praktis kepada masyarakat.”

“Penanaman kenikir didorong menjadi salah satu makanan rakyat yang populer, mudah dan murah,” ujar Transtoto sekaligus sambil mengingatkan kembali kepada pemerintah bahwa daya guna tanaman kenikir akan signifikan mengurangi beban APBN serta turunnya beban biaya kesehatan masyarakat luas. (*)


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA