Senin, 24 Juni 2024 | 08:20 WIB

Majapahit Embrio Berdirinya ASEAN, Sebuah Diskursus Meyambut Keketuaan ASEAN-Indonesia 2023

Sejarah berdirinya ASEAN

Organisasi terbesar di Asia Tenggara, ASEAN, dideklarasikan oleh para Menteri Luar Negeri Asia Tenggara seperti Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), Sinnathamby Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand) pada tanggal 8 Agustus 1967.

Pada usianya yang ke-54 tahun (per 8 Agustus 2021), ASEAN telah menempuh perjalanan panjang hingga menjadi organisasi global (ASEAN Community in a Global Community of Nations, tema Keketuaan ASEAN-Indonesia 2011) yang menarik perhatian dunia saat ini.

ASEAN atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara didirikan lewat inisiatif lima tokoh di atas.

Baca juga: Tim Arjuna UGM Raih Gelar Juara Desain Mobil Listrik di Jakarta E-Prix 2022

Setelah Perang Dunia II berakhir, dunia memasuki Perang Dingin.

Di pertengahan 1950-an, pertarungan ideologi mendorong terbentuknya Southeast Asia Treaty Organization (SEATO).

Selain SEATO, ada pula Association of Southeast Asia (ASA) yang berdiri pada 1961.

Kemudian Maphilindo yang terdiri dari Malaysia, Filipina, dan Indonesia yang didirikan pada 1963.

Baca juga: Program Kurator Hayati Berhasil Rekam 5000 Data Keanekaragaman Hayati Lautan

Organisasi-organisasi itu didirikan untuk memperkuat hubungan antartetangga.

Sayangnya, tak ada yang awet karena konflik di internal masing-masing organisasi.

Selain itu, negara yang bergabung pun terlampau sedikit.

Ini menjadi keprihatinan Menteri Luar Negeri Thailand, Thanat Khoman.

Baca juga: Kagama Sukoharjo Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Desa Ngreco

Khoman pun mengajak tetangga-tetangganya untuk membentuk sebuah asosiasi yang lebih inklusif dan benar-benar mewakili Asia Tenggara.

Khoman dan empat menteri luar negeri dari negara lain menandatangani Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967.

Deklarasi Bangkok itulah melandasi berdirinya ASEAN.


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA