Nasihat dari Wali Kota Jogja buat Kamu yang Merasa Salah Jurusan

953

Baca juga: Berbagai Terpaan bagi Fresh Graduated Sejak Jadi Job Seeker Hingga Dapat Kerja

Berkuliah di PTN pun menjadi harga mutlak bagi Haryadi.

Terlebih, dirinya merupakan anak sulung yang masih memiliki enam orang adik.

Dia tidak ingin memberatkan kedua orang tuanya.

Akhirnya, UGM pun dipilih sebagai tujuan baru pria yang lahir pada 9 Februari 1964 ini.

Ada dua jurusan yang diisi Haryadi dalam borang Ujian Masuk PTN, yaitu Teknik Geologi dan Administrasi Negara (sekarang Manajemen Kebijakan Publik).

Hanya saja, Teknik Geologi adalah jurusan yang sudah lama menghiasi mimpi-mimpi Haryadi.

“Saya dulu pengennya di Geologi. Sebab, pada zamannya, tahun 1983, tambang sedang naik daun,” terang Haryadi.

Baca juga: Mendengar Istilah Unik dalam Bahasa Jawa yang Timbul karena Gerakan Kepala

Kendati sangat ingin kuliah di Jurusan Teknik Geologi, suami dari Tri Kirana Muslidatun justru masuk di Administrasi Negara (AN) Fisipol UGM.

Tuhan ternyata memiliki kehendak yang berseberangan dengan keinginan Haryadi.

“Wah, kok di AN, ya?” Gumam Haryadi kala itu, ketika tahu namanya tidak tercantum di daftar calon mahasiswa baru Teknik Geologi.

Awalnya, ada sedikit kecewa dalam diri Haryadi meskipun dia bisa menyisihkan ribuan calon mahasiswa.

Mengingat AN saat itu merupakan salah satu jurusan dengan tingkat kompetisi tinggi di UGM.

Namun demikian, Haryadi memilih berdamai pada takdir dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran hidup.

“Kita harus menyenangi tempat kita sekolah. Jurusan atau fakultas yang kita pilih mungkin tidak ideal sebagaimana yang kita impikan,” tutur Haryadi.

Baca juga: Kepala Museum Biologi UGM Ini, Berkali-kali Trauma pada Ular

Kata Haryadi, jikalau seseorang menjalani kuliahnya tidak dengan senang hati, dia tidak akan pernah mendapatkan keberhasilan.

Karena itu, lanjutnya, hal yang harus dilakukan seseorang yang merasa berkuliah di jurusan yang tidak tepat ialah dengan beradaptasi.

Haryadi juga mengaku bersyukur bisa berkuliah di UGM.

Walau begitu, waktu tempuh yang dia butuhkan untuk menyelesaikan studi di AN cukup lama.

Haryadi, yang mulai berkuliah pada Juli 1983, diwisuda pada Februari 1990 alias hampir tujuh tahun.

Namun, AN menjadi kawah candradimuka bagi sepupu dua kali dari mantan Menteri Dalam Negeri Malysia, Dr. Ahmad Zahid Hamidi ini.

Sebab, AN UGM menjadi kawah candradimuka bagi Haryadi yang mengantarkannya menjadi Wali Kota Jogja dua periode beruntun (2011-2016, 2017-sekarang).

“Bila ikhlas dalam mengabdikan diri, kita akan mendapatkan kebaikan yang tidak disangka-sangka,” ujar Haryadi, berpesan. (Tsalis)

Baca juga: Imbas Buruk Perlakuan Diskriminatif yang Dilakukan Petugas Kesehatan kepada Penyintas HIV/AIDS