Bahkan ada yang beranggapan Notonagoro merupakan perpaduan Soekarno dan Hatta. Hal itu dikisahkan oleh Heri Santoso yang mendengar kisah itu dari gurunya.

“Ada guru saya, beliau mengatakan ‘Jadi cerdasnya seperti Bung Karno tapi setianya, sabarnya itu seperti bung Hatta,” tutur Heri.

Bagi Prof. Kaelan yang pernah menjadi murid Notonagoro, hal yang paling bisa diteladani dari Notonagoro ialah semangat ilmiahnya. Kaelan bercerita, pernah suatu ketika perkuliahan yang diampu Notonagoro diganggu mati listrik. Namun, Notonagoro tetap melanjutkan kuliah sore itu hingga malam menggunakan lilin.

Sedang menurut Dr. Rizal Mustansyir yang memantik diskusi pascapemutaran film, Notonagoro merupakan teladan di bidang ilmu maupun perilaku. Ia juga mengagumi kesederhanaan Notonagoro.

Saat Rizal berkunjung ke Rumah pelopor Filsafat Pancasila itu, ia tersentuh dengan kesederhanaan rumahnya. “Pokokya tidak ada singgasana di sana, yang ada adalah kesederhanaan sebagai mahkota atau takhta,” kenang Rizal.[Fajrin]