Mimpi Besar Aktivis KAGAMA Gelanggang Demi Sejahterakan Petani Lokal

25
Aktivis KAGAMA Gelanggang, Iqbal Tuwasikal, punya mimpi besar untuk memajukan petani. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Februari lalu Iqbal Tuwasikal dan beberapa aktivis KAGAMA Gelanggang membuat posko di Gelanggang.

Aktivitas yang mereka lakukan saat itu adalah menyediakan hand sanitizer, melakukan penyemprotan desinfektan, dan berbagai aksi pencegahan penyebaran Covid-19. Seluruh aktivitas itu selesai sekitar Mei 2020.

Iqbal dan beberapa teman alumni Gelanggang kemudian iseng bertemu dengan teman-temannya dari Komunitas Lereng Merapi.

Di sana, alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1997 ini mendengar keluhan dari anggota komunitas yang sebagian besar petani.

“Mereka mengeluhkan serapan pasar ketika masa pandemi menurun drastis,” kata Iqbal, dalam webinar Pemberdayaan Masyarakat I yang digelar KAGAMA Care, Kamis (1/9/2020).

Baca juga: Pengurus KAGAMA Jateng Ini Jelaskan Nilai-nilai Kewarganegaraan dalam Olahraga Lempar Pisau dan Kapak

“Karena pasar-pasar besar, horeka (hotel, restoran, dan kafe), dan catering event pernikahan, tutup. Sehingga terjadi over supply di petani,” terangnya.

Iqbal menambahkan, para petani sebenarnya tidak kesulitan menjual. Namun, harga yang diperoleh anjlok.

Artinya, harga jual yang didapat hanya bisa untuk membeli bibit dan musim tanam berikutnya.

Kalau sudah begitu, satu-satunya harapan petani adalah meraih untung dari penjualan tembakau.

Sayang, kata Iqbal, harga tembakau juga sama-sama ambyar.

Baca juga: Upaya Bupati Seno Samodro dalam Mendukung Petani Boyolali Selama Pandemi Covid-19