KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak kuliah namanya sudah kondang di kalangan pegiat Teater di Yogyakarta. Buku Hasil terjemahannya sudah  beredar di mana-mana. Saat tampil sebagai aktor film, aktingnya  juga memukau.

Buktinya, namanya masuk dalam nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2011.  Dengan segudang prestasi dan pengalamnnya, sudah sepantasnya pria berusia 66 tahun ini diangkat sebagai dosen sastra untuk mata kuliah “Drama” dan “Penerjemahan”.

Ia memang pernah berprofesi sebagai dosen di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Usai merampungkan kuliah Sastra Inggris pada 1983, ia diminta menjadi dosen untuk kelas “Drama” dan “Translation”.

Namun, siapa sangka, setelah 3 tahun mengajar, pria bernama Landung Simatupang ini memilih menanggalkan profesi tersebut. Ia memilih menjadi seniman lepas.

“Saya memang sempat mengajar di Sastra Inggris UGM dari tahun 1984-1987, tapi hati nurani saya mengatakan tempat saya bukan di situ. Saya merasa tidak nyaman dengan kerja mengajar secara formal beserta jadawal rutinya,” ujarnya dalam buku “De Britto Education Fair 2011”.

Pilihan tersebut banyak disesalkan oleh kawan-kawan Landung. Mereka berpandangan, Landung mengambil tindakan bodoh karena melepas status yang ‘énak’ sebagai pegawai. Akan tetapi, menurut penuturunan Landung dalam buku yang sama, ia tetap bergeming dengan keputusannya.

“Saya emoh  membikin lebih banyak dosa kepada mahasiswa karena sering izin tidak mengajar untuk aktif berkesenian,” jelasnya alumnus Sastra Inggris angkatan 1970 ini.