Kalam, Ruang Ilmu di Ujung Desa

277
Kalam didirikan sebagai ruang ilmu bagi siapa saja yang ingin belajar. Foto: Sirajuddin
Kalam didirikan sebagai ruang ilmu bagi siapa saja yang ingin belajar. Foto: Sirajuddin

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kalam (Kalasan Anak Alam) merupakan sebuah ruang belajar yang didirikan oleh Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A di daerah Kampung Kembang Santika, Tirtomartani, Kalasan, DIY.

“Kalam didirikan sebagai ruang ilmu bagi siapa saja yang ingin belajar,” terang Guru Besar Fakultas Geografi UGM ini.

Selain warga lokal, para mahasiswa yang menjadi bimbingannya juga turut belajar di Kalam, sekaligus konsultasi tugas akhir.

Konsep Kalam sebagai ruang belajar ini menjunjung nilai kedaulatan.

“Semua harus berdaulat. Semua kebijakan dan apapun yang kita lakukan adalah untuk berdaulat,” tambahnya.

Konsep Kalam sebagai ruang belajar ini menjunjung nilai kedaulatan. Foto: Sirajuddin
Konsep Kalam sebagai ruang belajar ini menjunjung nilai kedaulatan. Foto: Sirajuddin

Baca juga: Petualangan Baiquni Ingin Wujudkan Pendidikan yang Berdaulat

Berdaulat sendiri adalah akronim dari Berdaya, Berusaha, dan Tawakal.

Berasaskan surah Al’Alaq ayat 1-5, Kalam berdiri sebagai representasi dari arti ‘Iqra’, yakni bacalah.

Keterangan ‘bacalah’ di sini dimaknai oleh Baiquni sebagai ajakan untuk belajar tentang semua hal, sehingga Kalam selalu memberikan ruang diskusi guna membuka wawasan dan pemahaman serta berbagai ilmu.

Datangkan Pakar dan Terjun Langsung ke Masyarakat

Peserta Kalam tidak terbatas dari warga lokal dan para mahasiswa bimbingan Baiquni di Kampus Kerakyatan.

Siapa pun bisa ikut belajar dan berdiskusi guna menambah ilmu serta teman.

Kalam memiliki beberapa program, yakni Wahid Writing Workshop (Wahid), Pilar (Parsipatory Innovative Learning Action Research), Pesantren Riset, dan Sekolah Rakyat Berdaulat.

Wahid adalah program atau kelas Kalam, seorang tenaga ahli didatangkan untuk belajar menulis jurnal.

Hasil dari Wahid adalah sebuah terbitan jurnal nasional maupun internasional.

Baca juga: Menteri Susi Pelajari Riwayat KKN-PPM UGM