I Made Andi Arsana: Terima Kasih Masa Lalu

87
Cara pertama untuk membangun mimpi itu adalah bangun dari tidur. Kemudian tanyakan pada diri kita sendiri, mau jadi apa kita nantinya. Foto: Andi
Cara pertama untuk membangun mimpi itu adalah bangun dari tidur. Kemudian tanyakan pada diri kita sendiri, mau jadi apa kita nantinya. Foto: Andi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – “Kayaknya Jogja itu menarik banget, mungkin akan bisa menjadi masa depan saya”.

I Made Andi Arsana, Ph.D lahir di Tabanan, 12 Mei 1978 dari keluarga yang sangat sederhana. Hidup selayaknya merupakan sebuah anugerah.

Tumbuh dan besar di lingkungan yang sederhana mempengaruhi kepribadian Andi.

Mencuci piring untuk membantu keperluan keluarga adalah keseharian yang wajib ia lakukan.

Memiliki keluarga yang akrab dengan cerita adalah hiburan baginya.

“Saya adalah orang yang suka bercerita. Karena keluarga saya dari dulu sangat suka ngobrol. Dan itu mengalir deras pada darah kami,” terangnya kepada Kagama, belum lama ini.

Ketika menginjak umur sekitar 6 tahun, ia memaksa sang ayah untuk memasukkannya ke Sekolah Dasar, namun saat itu umur Andi belum mencukupi.

“Di Bali itu ada kebiasaan. Orang dibilang pintar jika tahu arah dan tahu angka. Dan karena saya tahu, maka saya bisa masuk SD,” tambahnya.

Meskipun masih terbilang kecil, Andi selalu semangat belajar seperti teman-teman lainnya.

Hingga suatu saat, bahasa Inggris menjadi daya tarik baginya.