Pengurus KAGAMA Jateng Ini Jelaskan Nilai-nilai Kewarganegaraan dalam Olahraga Lempar Pisau dan Kapak

456

Baca juga: Jebolan Magister Manajemen UGM Ini Bilang, Tidak Ada Perusahaan yang Selalu Siap Respons Pandemi

“Kalau tidak ada kepemimpinan, siapa yang akan memimpin? Orang-orang akan melempar semua dan bisa membahayakan kalau kena,” ujar Noor.

“Karena itu, ada aba-abanya, pengaturan distribusi pisaunya, bagaimana aba-aba diberikan, kapan orang mulai melempar, kapan orang berhenti melempar, termasuk pengadaan alat-alat.”

“Itu masuk organisasi besar yang ada dalam penelitian saya,” jelas sosok kelahiran 1971 ini.

Kata Noor, olahraga lempar pisau dan kapak akan terus dikembangkan dan diteliti di Laboratorium UNNESS.

Baca juga: Bupati Willem Wandik Yakin Masyarakat Puncak Makin Sejahtera Berkat Jembatan Sinak

Di samping itu, sekolah olahraga lempar pisau kapak juga akan didirikan.

“Olahraga lempar pisau kapak juga sudah diminta oleh dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (UNNES) menjadi bagian dari mata kuliah rekreasi,” kata warga KAMENWAGAMA ini.

“Sesuai dengan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Bangun Pusat Pelatihan Agribisnis, Bupati Petrus Kasihiw Siap Buat Teluk Bintuni Jadi Sentra Kopi