Bendungan Kuwil Kawangkoan Kurangi Dampak Banjir di Kota Manado

56
Bendungan Kuwil Kawangkoan dibangun utamanya bertujuan untuk mengurangi banjir Kota Manado dan sekitarnya sebesar 25 persen (146,6 m3/detik). Foto: Kementerian PUPR
Bendungan Kuwil Kawangkoan dibangun utamanya bertujuan untuk mengurangi banjir Kota Manado dan sekitarnya sebesar 25 persen (146,6 m3/detik). Foto: Kementerian PUPR

KAGAMA.CO, MANADO – Curah hujan dengan intensitas maksimum 300 mm pada 7 pos pengamatan yang berbeda melanda sebagian wilayah Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kota Manado, sejak Jumat (27/1/2023) dini hari sampai pukul 15.30 WITA.

Curah hujan ekstrim tersebut telah mengakibatkan meluapnya Sungai Mahawu, Sungai Bailang, dan Sungai Tikala.

Sementara luapan air dari Sungai Tondano telah menurun signifikan pasca pengoperasian Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada 19 Januari 2023 lalu.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S. Atmawidjaja mengatakan, saat terjadi hujan deras, debit Sungai Tondano pada dasarnya dapat dikendalikan dengan mengoperasikan Bendungan Kuwil Kawangkoan, seperti dengan menutup pintu dan holocon.

Baca juga: Menteri PUPR Dorong Peran Aktif Para Profesor dan Pakar dalam Pembangunan IKN

“Namun intensitas curah hujan yang tinggi tadi menyebabkan luapan air pada pertemuan Sungai Tondano dan Sungai Tikala.”

“Keduanya berada di hilir Bendungan Kuwil Kawangkoan, selain itu terjadi penyumbatan pada saluran drainase Kota Manado dan anak Sungai Tondano,” kata Endra dalam keterangan persnya, Minggu (29/1/2023).

Endra menyampaikan bahwa Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Kementerian PUPR telah melakukan evakuasi warga terdampak banjir menggunakan perahu karet dan membawa bantuan makanan.

“Tim juga menyiapkan bahan banjiran dan alat berat untuk penanganan darurat, serta terus melakukan pengamatan tinggi muka air pada Bendungan Kuwil Kawangkoan,” ujar Endra.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Yogyakarta Royal Orchestra Gelar Konser Musik di Pelabuhan Sunda Kelapa