Potensi Kebakaran dan Ledakan Tangki BBM Timbulkan Risiko Kesehatan Pekerja dan Penduduk Sekitar

919
Perusahaan perlu membuat ban wall tambahan untuk memisahkan tangki timbun, agar bisa melokalisir jika suatu ketika ada tumpahan BBM.(Foto: pertamina.com)
Perusahaan perlu membuat ban wall tambahan untuk memisahkan tangki timbun, agar bisa melokalisir jika suatu ketika ada tumpahan BBM.(Foto: pertamina.com)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Industri minyak bumi seakan menjadi industri primadona bagi masyarakat pada umumnya, dan bagi pengusaha pada khususnya. Pasalnya, cadangan minyak yang ada cukup melimpah, ditambah dengan kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap BBM.

Namun, industri minyak bumi tak sepenuhnya menjadi primadona, sebab bagi sebagian orang, keberadaan industri minyak bumi ini ibarat mata pisau. Ia bisa memang memenuhi kebutuhan, tetapi juga memberikan risiko besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama di kalangan pekerja industri minyak bumi.

Melimpahnya cadangan minyak bumi tersebut seharusnya bisa dikelola dengan maksimal, termasuk dengan memperhatikan keselamatan para pekerjanya. Namun, sejauh ini hal tersebut belum direalisasikan secara maksimal oleh industri minyak bumi di Indonesia.

Demikian hasil pengamatan awal Arifin Jati Sukma dalam tesisnya yang berjudul Analisis Risiko Potensi Bahaya Kebakaran dan Ledakan Beserta Dampaknya Pada Pekerja dan Masyarakat di PT Pertamina – Terminal BBM Rewulu D.I.Yogyakarta (2017).

Arifin merujuk pada hasil penelitian ILO tahun 1991, bahwa industri minyak dan gas memiliki tingkat risiko kebakaran dan ledakan yang tinggi, serta sebagian kasusnya digolongkan ke dalam bahaya besar.

Kasus kebakaran dan ledakan yang terjadi di salah satu perusahaan industri minyak di Amerika telah menyebabkan enam pekerja mengalami luka bakar minor. Selain itu, hasil dari kebakaran ini menimbulkan gumpalan asap besar, particulates, dan asap hitam yang melintasi daerah sekitar.