FT UGM Kembangkan Aplikasi Mobile untuk Deteksi Kesehatan Gigi dengan Foto

51
Dalam waktu dekat aplikasi KLINIKOO akan segera dirilis di Google Play Store. Foto: Humas UGM
Dalam waktu dekat aplikasi KLINIKOO akan segera dirilis di Google Play Store. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 mencatat lebih dari separuh penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan hanya sekitar 7 persen anak di Indonesia yang terbebas dari penyakit gigi berlubang (karies).

Namun hanya sekitar 10 persen penduduk Indonesia yang mengakses layanan kesehatan gigi.

Hal itu antara lain dikarenakan masyarakat belum menyadari adanya masalah kesehatan gigi dan mulutnya.

Berawal dari kondisi tersebut, Tim Riset Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dipimpin oleh Dr. Eng. Igi Ardiyanto, S.T., M.Eng, berinisiatif melakukan riset untuk mencari solusi untuk membantu mengatasi masalah-masalah tersebut.

Baca juga: G2R Tetrapreneur Transpolitan, Kolaborasi Kemendes PDTT dengan G2R Tetrapreneur

Riset dilakukan bekerja sama dengan PT. Ceria Inovasi Internasional (KLINIKOO).

Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tim berhasil mengembangkan aplikasi digital yang diberi nama KLINIKOO Dental Scanning.

Aplikasi digital yang masih dalam versi awal ini mampu mendeteksi adanya lubang gigi berdasarkan foto gigi.

Foto gigi tersebut dianalisis dengan kecerdasan buatan yang telah dikembangkan tim riset.

Baca juga: Lewat Album Sedetik Senyawa, Arupa Kata Berkisah tentang Tragedi di Indonesia

“Kami melakukan riset dengan teknologi computer vision dan machine learning serta mengembangkan algoritma AI yang mampu menganalisis gambar gigi dan mendeteksi keberadaan lubang gigi dari gambar gigi tersebut layaknya dilakukan seorang dokter gigi,” papar Igi kepada wartawan saat konferensi pers di Ruang Fortakgama, Bulaksumur, Jumat (23/12/2022).