Lewat Album Sedetik Senyawa, Arupa Kata Berkisah tentang Tragedi di Indonesia

134
Semua karya lagu Arupa Kata mengandung renungan kehidupan yang penuh dengan pesan filsafat. Foto: Arupa Kata
Semua karya lagu Arupa Kata mengandung renungan kehidupan yang penuh dengan pesan filsafat. Foto: Arupa Kata

KAGAMA.CO, JAKARTA – Arupa Kata merilis Album Sedetik Senyawa yang akan disebarkan lewat platform digital pada Jumat (9/12/2022) melalui publishing INSIDE.

Arupa Kata merupakan perkumpulan tim audio visual yang berdiri di tahun 2009 dan telah banyak mengerjakan project visual seperti dokumenter hingga iklan televisi atau television commercial (TVC).

Saat ini Arupa Kata melebarkan sayapnya dan mulai fokus pada produksi musik yang beraliran folk, kontemporer, dan musikal puisi.

Untuk karya-karya musik Arupa Kata, semuanya itu ditulis oleh Didit Wibi.

Baca juga: Songsong Indonesia Emas 2045, Menko Muhadjir Effendy Targetkan Pembangunan Manusia

“Kami, Arupa Kata, mengeluarkan karya-karya ini karena panggilan alam, yang saat ini alam semesta terus membenahi ruang-ruangnya, dan bencana alam terus terjadi melanda kehidupan dunia yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa.”

“Semoga pesan-pesan dalam karya Arupa Kata bisa dimengerti, dapat diterima oleh masyaraka,” ujar Didit Wibi yang juga menjadi motor dari Arupa Kata dalam keterangan persnya, Kamis (8/12/2022).

Penggarapan Album Sedetik Nyawa dimulai pada Juli 2022 dan digarap secara indie oleh Arupa Kata.

Album Sedetik Senyawa berisikan delapan lagu yang dikemas dalam syair-syair sastra kehidupan dan dibalut dengan musik akustik folk kontemporer.

Baca juga: KASAL Laksamana Yudo Margono akan Terima Anugerah Maritime Awards 2022

Semua karya lagu Arupa Kata mengandung renungan kehidupan yang penuh dengan pesan filsafat.

Lagu-lagu dalam Album Sedetik Senyawa antara lain Jelebu Durjana, Sedetik Senyawa, Fatamorgana, Delusi, Kuasa Tirta, Tenggelam Dalam Diam, Bertahan Untuk Bahagia, dan Nestapa.