G2R Tetrapreneur Inovasi Wirausaha Pendidik Anak Bangsa

104
Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, menyampaikan paparannya pada Webinar bertema
Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, menyampaikan paparannya pada Webinar bertema "Kewirausahaan Menumbuhkan Ide Kreatif sebagai Peluang Usaha Dikalangan Mahasiswa FKIP”. Foto: G2R Tetrapreneur

KAGAMA.CO, PEKANBARU – Webinar bertema “Kewirausahaan Menumbuhkan Ide Kreatif sebagai Peluang Usaha di Kalangan Mahasiswa FKIP UNRI” diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI), Kamis (3/12/2022).

Kegiatan Webinar ini merupakan rangkaian acara Expo Wirausaha Merdeka yang diadakan di Halaman Gedung Rektorat UNRI, Pekanbaru, Riau, selama tiga hari mulai dari tanggal 3 hingga 5 Desember 2022.

Acara Webinar tersebut menghadirkan para narasumber inspiratif diantaranya Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Founder, Konseptor, Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, serta Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Ir. Zulfarina, M.Si. sebagai pelaku usaha dan Dosen FKIP UNRI, dan Deski Permadi, M.Pd. selaku Founder Lawa Hijab. Acara dimoderatori oleh Viony Syafitra, M.Pd.

Acara dibuka oleh Dr. Hermandra, S.Pd., M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNRI.

Baca juga: Maritime Awards 2022 Siap Digelar 6 Februari 2023, Sri Sultan HB X dan Habib Luthfi Sampaikan Orasi Kebangsaan

Dalam sambutannya, Dr. Hermandra menyatakan bahwa mahasiswa FKIP harus dapat menangkap peluang-peluang yang dapat dikembangkan selama menjadi mahasiswa.

Dia berharap dengan hadirnya narasumber-narasumber yang inspiratif, dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNRI, FKIP khususnya, untuk berwirausaha.

“Bukan hanya pendidikan, tapi nanti kita juga harus dapat menciptakan lapangan kerja.” tutur Dr. Hermandra mengakhiri sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan paparan dari Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. yang dengan judul paparan “Inovasi Wirausaha Mahasiswa dengan Model Tetrapreneur”.

Baca juga: Pesona Gotong Royong Wirausaha Bunga Telang G2R Tetrapreneur Sendangsari

Rika menyatakan bahwa mahasiswa berbeda tingkatan dengan pelajar yang hanya diberikan ilmu dan pengetahuan.

Mahasiswa diberikan kreativitas untuk berinovasi terhadap semua bidang.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa penggerak ekonomi di Indonesia didominasi oleh peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Rika Fatimah P.L. menekankan bahwa suatu keadilan dilakukan dengan pengukuran yang adil bukan pengukuran yang sama rata, yang mana, pengukuran dilihat dari titik mana yang adil bagi semua.

Baca juga: INACEE 2022 Sukses Hasilkan Potensi Komitmen Dagang Rp5,95 Triliun

Saat ini, masyarakat terkhusus pelaku usaha atau UMKM didominasi oleh generasi millenial.

Hal ini terlihat dengan jumlah yang besar dan produktif yang didominasi oleh generasi tersebut.

Dia juga menyampaikan keprihatinannya sebab potensi intelektual bangsa terlalu diperkecilkan secara nyata salah satunya kebanyakannya, meskipun tidak semua pelatihan dan dampingan masih saja ada yang menggunakan pendekatan ATM (amati, tiru, dan modifikasi).

Hal tersebut (ATM) telah menjadi kebiasaan yang seolah-seolah wajar dan benar untuk menginstankan segala proses berwirausaha yang sarat dengan putaran waktu bersama intelektualnya manusia terlepas dari pendidikan formalnya karena pada hakekatnya intelektual itu adalah merdeka milik setiap insan sehingga jangan meremehkan kemampuan anak bangsa yang hanya dimampukan dalam mental sebagai peniru dan bukan pencetus dan pencipta.

Baca juga: G2R Tetrapreneur, Inovasi Ikon Perempuan Indonesia dalam Kewibawaan Ekonomi Keluarga

“Hakikinya wirausaha adalah keyakinan melakukan pembaharuan melalui kreatifitas dan inovasi karyanya.”

“Keyakinan tersebut bukannya tercipta pada satu pihak si pencipta saja namun juga memerlukan kesuburan infrastruktur yang tersistematis dan terbudayakan pada semua lini dan aspek berbangsa dan bernegara,” kata Rika Fatimah P.L.

Dia menyatakan, saat ini sejak sekolah dasar telah diperkenalkan dengan semulasi jual beli, belum dalam bentuk wirausaha.

Namun demikian masih hanya terbatas pada kegiatan jual beli dan menyentuh filosofi mendasar dari proses bisnis dalam kewirausahaan.

Baca juga: G2R Tetrapreneur Kawasan Sosialisasikan Inovasi Branding Ikon Perdesaan Kebumen

Selain itu, wirausaha harus merespon peluang yang ada yaitu peluang yang dijadikan produk tersedia di masyarakat sehingga menjadi sebuah keuntungan.