Jumat, 14 Juni 2024 | 03:05 WIB

Startup Perikanan Besutan Alumni UGM Juarai Program Akselerator Imperial College London

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Banoo, sebuah startup yang digawangi alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil menorehkan prestasi di ajang internasional.

Startup ini menjadi perwakilan Indonesia pertama dan satu-satunya yang berhasil membawa pulang hadiah utama WE Innovate, program akselerator bergengsi di Imperial College London belum lama ini.

Banoo dirintis oleh alumni UGM dari berbagai fakultas yakni Azellia Alma Shafira (Manajemen 2016), Lakshita Aliva Zein (Perikanan 2016), Muhammad Adlan Hawari (FMIPA 2015), Fakhrudin Hary Santoso (Perikanan 2015), dan Fajar Sidik Abdullah Kelana (Teknik Mesin 2012).

Mereka mengembangkan teknologi guna mendukung peningkatan produktivitas petani ikan di Indonesia.

Baca juga: Dua Peneliti UGM Terpilih dalam Program Kepemimpinan Ilmuwan Kelas Dunia

CEO Banoo Shafira menjelaskan bahwa mereka mengembangkan teknologi akuakultur yang terjangkau dan terintegrasi untuk membantu pembudidaya ikan.

Adanya perubahan iklim telah mempengaruhi kualitas air dalam praktik budi daya sehingga meningkatkan risiko kematian ikan dan budi daya yang tidak efisien.

Sementara petani atau pembudidaya ikan tidak bisa lagi mengandalkan metode tradisional untuk memprediksi cuaca atau kualitas air.

Pasalnya, risiko kerugian akan semakin tinggi apabila tidak menggunakan teknologi untuk pemecahan masalah secara langsung.

Baca juga: Guru Besar Farmasi UGM Jelaskan Penggunaan Ganja Medis

Meskipun Indonesia memiliki potensi besar untuk budi daya perikanan, tetapi kualitas air di tanah air tergolong rendah karena tambak tidak memiliki sistem sirkulasi oksigen yang baik, menghasilkan ikan yang tidak sehat, dan limbah beracun.


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA