Minggu, 16 Juni 2024 | 09:26 WIB

Pendekatan Model UGM, Usulan Model Pengembangan PLTS Berbasis Komunitas pada Agenda Sustainable Energy Transition Presidency G20 Indonesia

Pemulihan Ekonomi Global

Pada General Lecturer Series-1 Bulan Februari 2022 yang diadakan oleh Lembaga Administrasi Negara Indonesia Republik Indonesia (LAN RI) yang juga selaku instansi Pembina Jabatan fungsional Analisis Kebijakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presidency G20 Indonesia dalam situasi Covid-19 merupakan momentum krusial bagi pemulihan ekonomi global.

Apalagi presidency ini diemban di tengah perubahan geopolitik yang sangat dinamis dan cukup panas.

Hal ini perlu dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong tujuan pembangunan nasional dan prioritas proses transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 (Indonesia menjadi negar maju).

Pada masa Presidency G20, Indonesia akan memimpin dan memandu (sherpa) semangat pulih bersama.

Untuk itu Indonesia telah menetapkan tiga isu agenda utama, yaitu arsitektur kesehatan global (Global Health Architecture), transformasi ekonomi berbasis digital (Digital Tranformation), dan transisi energi berkelanjutan yang adil dan terjangkau (Sustainable Energy Transition).

Dalam Presidency G20 ini, Indonesia berupaya menghasilkan sisi aksi konkret yang dapat diimplementasikan diberbagai tempat dan bermanfaat bagi masyarakat global.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Indonesia akan bekerja sama dengan negara anggota G20 dan berbagai organisasi internasional, termasuk dengan ASEAN.

Indonesia merupakan satu-satunya dari 10 Negara Anggota ASEAN yang juga menjadi anggota G20.

Hal ini memandatkan bagi Indonesia untuk mewakili aspirasi dan interest ASEAN Members State (AMS), yang berisi negara berkembang, dalam Forum G20.

Hal ini masuk dalam agenda dialog G20 dengan ASEAN.

Selain itu, setelah era Presidency G20 Indonesia sepanjang tahun 2022, Indonesia juga akan melanjutkan kepemipinannya pada tingkat regional yaitu pada Keketuaan ASEAN-Indonesia tahun 2023.

Hal ini tentu saja akan mengukuhkan peran leadership Indonesia baik pada tingkat global maupun regional.


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA