Minggu, 16 Juni 2024 | 09:07 WIB

Pendekatan Model UGM, Usulan Model Pengembangan PLTS Berbasis Komunitas pada Agenda Sustainable Energy Transition Presidency G20 Indonesia

Ramah Lingkungan

Menteri ESDM Arifin Tasrif memberikan pernyataan bahwa transisi energi harus mampu menciptakan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Berbagai langkah diambil Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memuluskan jalan menuju target hijau tersebut.

Salah satunya adalah mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Sherpa Track G20, yang membahas isu-isu prioritas, salah satunya adalah Sustainable Energy Transition.

Untuk itu, Indonesia perlu menyampaikan implementasi Sustainable Energy Transition yang terjangkau dan berkeadilan, juga terintegrasi berbasis komunitas untuk menjaga keberlangsungan (sustainable) energi transisi itu sendiri.

Selain itu, implementasi transisi dalam hal ini adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dan berbasis komunitas sehingga membawa kemanfaatan bagi banyak pihak dan dapat berlangsung dalam jangka waktu lama (sustainable).

Model ini dikembangkan oleh Pusat Ekonomi Kerakyatan/PUSTEK, Universitas Gadjah Mada pada tahun 2022.

Salah satu model yang dapat diinisiasi dalam Forum G20 ini implementasi adalah PLTS terintegrasi berbasis komunitas dengan memasukkan unsur kearifan lokal adalah pembentukan Konsorsium Serikat Surya Handayani (SSH) di Gunung Kidul, Yogyakarta pada bulan Februari 2022.

Model bisnis inilah yang diarahkan untuk menciptakan ekosistem usaha menggunakan energi terbarukan zero emisi dan partisipasi masyarakat pedesaan sebagai motor penggeraknya.

Mengutip laman www.ugm.ac.id Februari 2022, model ini dikembangkan oleh melibatkan perguruan tinggi (UGM) sebagai sebagai pemberi hibah teknologi dan bantuan bimbingan dan Bank Indonesia (BI) sebagai pihak pemberi dana hibah sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam pelaksanaannya, model bisnis ini melibatkan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal wa Tamwil (KSPPS BMT) “UMMAT” sebagai institusi sumber pembiayaan, dua sektor ekonomi yaitu sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), koperasi, pertanian, pendidikan vokasi yaitu keterlibatan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan mitra.


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA