RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Bilateral, Salah Satunya Soal Produksi Vaksin

86
Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menyatakan, Rusia adalah salah satu mitra terpenting Indonesia, khususnya di kawasan Eropa Timur. Foto: Kemlu
Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menyatakan, Rusia adalah salah satu mitra terpenting Indonesia, khususnya di kawasan Eropa Timur. Foto: Kemlu

KAGAMA.CO, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menyatakan, Rusia adalah salah satu mitra terpenting Indonesia, khususnya di kawasan Eropa Timur.

Demikian Retno sampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Sergey Lavrov di Jakarta pada Selasa (6/7/2021), di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Rusia sepakat untuk lebih meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Khususnya bidang kesehatan, perdagangan, investasi, pendidikan, dan keamanan.

Hal tersebut diamini oleh Menlu Lavrov. Kata Menlu Lavrov, Indonesia merupakan mitra terpenting Rusia di kawasan Asia.

Dalam kerja sama kesehatan, kedua pihak sepakat mendorong finalisasi perjanjian antara Kementerian Kesehatan kedua negara.

Menlu Retno juga sampaikan kerja sama penanggulangan Covid-19, antara lain pengadaan vaksin Sputnik V, donasi kemanusiaan pemerintah Rusia, serta kerja sama jangka menengah untuk melakukan produksi vaksin di Indonesia.

Baca juga: Sekjen KAGAMA: Desentralisasi Harus Mampu Menyemarakkan Demokrasi dan Menumbuhkan Ekonomi Daerah

Kerja sama pengadaan vaksin telah diawali oleh kunjungan Kepala BPOM ke pusat produksi Sputnik V di Moskow.

Dalam kunjungan pada bulan Juni 2021 ini juga disepakati kerja sama antara lembaga pengawas obat dan makanan kedua negara.

Kedua Menlu sepakat untuk meningkatkan berbagai upaya mewujudkan target perdagangan bilateral Indonesia-Rusia menjadi US$ 5 milyar seperti disepakati pemimpin kedua negara.

Kedua Menlu juga sepakat percepat proses perundingan Perjanjian Perdagangan Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU), di mana Rusia merupakan bagian dari EAEU sehingga jumlah penduduk keseluruhan mencapai 450 juta jiwa.

Di samping proyek refinery, Rusia juga berminat investasi di bidang energi, infrastruktur, termasuk dalam pengembangan ibu kota baru Indonesia.

Selanjutnya, Menlu Retno dan Menlu Lavrov membahas rencana kunjungan Presiden Putin pada saat yang tepat.

Kedua pihak menyepakati untuk mempersiapkan dokumen kerja sama kemitraan strategis yang akan ditandatangani pada saat kunjungan Presiden Rusia ke Indonesia.

Baca juga: Inovasi yang Agung Terapkan di WIKA Berkat Nilai-nilai yang Diperoleh dari ‘Kampus Ndeso’