Sekjen KAGAMA: Desentralisasi Harus Mampu Menyemarakkan Demokrasi dan Menumbuhkan Ekonomi Daerah

96
Penguatan desentralisasi harus memiliki korelasi positif pada kesemarakkan demokrasi dan menumbuhkan ekonomi daerah. Foto: Dok Pri
Penguatan desentralisasi harus memiliki korelasi positif pada kesemarakkan demokrasi dan menumbuhkan ekonomi daerah. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, JAKARTA – Penguatan desentralisasi harus memiliki korelasi positif pada kesemarakkan demokrasi dan menumbuhkan ekonomi daerah.

Hal itu ditegaskan oleh Ari Dwipayana, Sekjen PP KAGAMA, dalam pidato kunci acara Bedah Buku Ekonomi Kelembagaan dan Desentralisasi.

Buku yang merupakan Karya Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, pada Sabtu (26/6/2021).

Dalam kesempatan itu, Ari Dwipayana yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI, memberikan apresiasi pada penggunaan perspektif ekonomi kelembagaan dalam melihat masalah pembangunan.

Baca juga: Inovasi yang Agung Terapkan di WIKA Berkat Nilai-nilai yang Diperoleh dari ‘Kampus Ndeso’

Pendekatan ekonomi kelembagaan akan bisa mempertemukan ekonomi dengan aspek institusi seperti sosial, budaya, politik hingga lingkungan hidup dalam satu diskursus yang sinergis.

Perspektif ini sangat positif untuk mematangkan visi serta strategi desentralisasi dan otonomi daerah ke depan, di tengah wacana pembangunan yang kerap didominasi kepentingan ego sektoral yang saling bertentangan.

Selanjutnya, Ari menyampaikan relevansi pendekatan ekonomi kelembagaan dengan mengutip gagasan Presiden Jokowi yang menempatkan reformasi kelembagaan sebagai bagian penting dari transformasi ekonomi Indonesia.

Karena itu, dalam enam tahun terakhir Presiden Jokowi selalu menekankan pada empat pilar transformasi: percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi human capital, transformasi institusional dan transformasi industri.

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Dilakukan Pengelola Wisata di Era Pandemi