Kamis, 20 Juni 2024 | 20:06 WIB

Kiat Menjadi Coaching Bagi Anak Agar Mampu Hadapi Situasi Sulit

Baca juga: Perkuat Kerja Sama Indonesia-Rusia, Presiden Jokowi Tunjuk Konsultan Kehormatan RI di Vladivostok

Sementara mentoring, merupakan kegiatan mentransfer skill atau ilmu dari seseorang yang ahli di bidang tertentu kepada mereka yang belum ahli.

Kemudian konseling, ini merupakan kegiatan yang biasa dilakukan oleh psikolog dan biasanya ditujukan untuk orang yang bermasalah, stres, atau trauma masa lalu.

“Konselor akan mencari akar permasalahannya dengan metode-metode tertentu, agar klien mampu berdamai dengan masalahnya,” ungkap perempuan yang juga merangkap pekerjaan sebagai life coach master planner ini.

Trainer, mentor, dan konselor memiliki kedudukan yang tinggi di atas klien atau trainee-nya. Sedangkan pada kegiatan coaching, kata Nana, posisi coach dengan kliennya sejajar.

Orang tua maupun guru saat melakukan coaching, maka mereka memposisikan dirinya sejajar dengan anak. Metode yang digunakan adalah bertanya dan mendengarkan.

“Yang menjadi ahli adalah klien, bukan coach-nya. Coach hanya mendengarkan apa yang disampaikan klien, dari situ coach akan bertanya bukan telling,” tutur alumnus UGM angkatan 1984 itu.

Pertanyaannya bukan pertanyaan biasa, tetapi pertanyaan yang membangun kesadaran. Nana mengatakan, harapannya pertanyaan tersebut dapat membangkitkan kemampuan anak menemukan solusi atas persoalannya sendiri.

Baca juga: Aksi KAGAMA Balikpapan Tanamkan Kreativitas Anak di Masa Pandemi

Seorang coach, kata Nana, bukan membagi pengalaman, tetapi menggali pengalaman anak. Melihat sesuatu yang bisa dipelajari dari pengalaman anak tersebut.

Caoch juga akan memunculkan wisdom dari anak itu, bukan wisdom dari coach. Wisdom ini diharapkan muncul ketika anak melihat perspektif yang berbeda dari satu hal yang sama,” jelasnya.

Nana menjelaskan, coaching banyak memberikan manfaat bagi anak. Pada hakikatnya, caoching merupakan bentuk komunikasi yang dapat memprovokasi anak untuk dapat berpikir kreatif, menemukan solusi, dan menggali potensi semaksimal mungkin.

Ketika orang tua bisa menjadi coach, anak terbantu untuk mengenali dirinya lebih dalam, memahami nilai-nilai yanga ada dalam dirinya, dan mengarahkan anak untuk mencapai tujuan hidupnya.

“Untuk itu, ketika anak sedang bermasalah atau menghadapi masalah, maka orang tua harus mengganti perannya sebagai coach,” tegasnya.

Metode coaching dapat membantu anak merencanakan masa depannya. Misalnya, Nana mencontohkan, dalam memilih sekolah, memilih jurusan, meningkatkan motivasi dan kedisiplinan, meningkatkan kepercayaan diri, dan sebagainya.

Seringkali orang menganggap, mendengarkan merupakan kegiatan yang mudah. Padahal, menurut Nana tak sesederhana itu.

Baca juga: Hadapi Berbagai Risiko Selama Pandemi, Begini Cara Membangkitkan Semangat Anak


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA