Sosiolog UGM Sebut Masyarakat Mulai Punya Kesadaran Melawan Krisis di Masa Pandemi Covid-19

652
Secara sosiologis, Arie Sujito menerangkan bahwa ancaman Covid-19 bisa menciptakan soliditas di sebuah komunitas. Foto: IRE
Secara sosiologis, Arie Sujito menerangkan bahwa ancaman Covid-19 bisa menciptakan soliditas di sebuah komunitas. Foto: IRE

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Dalam masa pandemi Covid-19, sebagian masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran melawan krisis meskipun dalam skala yang kecil.

Seperti solidaritas dan partisipasi yang tinggi masyarakat desa untuk melakukan perlindungan diri.

Menurut pakar sosiologi perdesaan, Dr. Arie Sujito, fenomena ini menjadi semacam sinyal untuk menguji kemampuan partisipasi masyarakat desa di level tertentu.

“Pengalaman saya ketika di komunitas, beberapa pemuda bisa bergerak sendiri tanpa perintah dukuhnya. Kepemimpinan di suatu komunitas bisa didekati secara formal oleh kepala desa atau lurah,” ujarnya.

Hal tersebut Arie sampaikan dalam Seri Diskusi Online bertajuk Karang Taruna: Ayo, Gugur Gunung Lawan Corona, pada Rabu (22/04/2020).

Baca juga: Sosiolog UGM Sebut Desa Panggungharjo Bisa Dicontoh untuk Tangani Wabah Covid-19

Tetapi, kata Arie, pendekatan kepala desa atau lurah bisa efektif sampai menggerakkan partisipasi, pun tergantung kepercayaan dari warganya.

Secara sosiologis, Majelis Pakar Karang Taruna DIY ini menerangkan bahwa ancaman Covid-19 bisa menciptakan soliditas di sebuah komunitas.

Kecenderungan polanya, semua orang yang tergabung dalam komunitas tersebut termotivasi untuk bersatu menyelesaikan masalah bersama.

Bisa diingat di masa awal munculnya kasus positif pertama, ramai orang berburu masker dan hand sanitizer sampai APD tersebut menjadi langka.

Kemudian ada beberapa orang melakukan aksi sosial membagikan masker dan hand sanitizer.

Baca juga: KAFEGAMA DIY Salurkan Bantuan Sembako kepada Kelompok Terdampak Covid-19 di Malioboro dan Pasar Beringharjo