Kisah Lulusan Fakultas Hukum UGM yang Selamat Berkat Kopi Robusta

4453

Baca juga: Manchester United Tekuk Chelsea, Ganjar Pranowo Kompak Pakai Jersei Bareng Istri

Yakni antara pukul pukul 08.00-09.00, 12.00-13.00, dan 16.00-17.00.

Tak dinyana, kondisi tubuh Komar berangsur-angsur membaik.

Badan kurus kering 35 kg melompat menjadi 55 kg, batuknya pun berkurang.

Sementara hasil rontgen memperlihatkan kondisi paru makin positif.

“Saya bilang, ‘Mas, ngopi’. Jadi gak berniat untuk obat,” kata Endang.

“Alhamdulillah membaik. Itu dari pengobatan dan kopinya. Padahal gak sengaja dicekoki kopi,” jelasnya.

Perjumpaan dengan kopi berbuah kesembuhan bagi Komar.

Baca juga: Tak Hanya Jadi Presiden, Ini Peluang Karier Lulusan Fakultas Kehutanan UGM

Meskipun begitu, dia mengakui bahwa tidak ada kajian medis terkait konsumsi kopi dengan dampak kesehatan.

Di sisi lain, tak hanya kesembuhan yang didapatkan oleh Komar.

Pasalnya, pria yang berkuliah di UGM antara 1994-1999 ini juga mendapatkan pundi-pundi rezeki dari kopi.

Ya, Komar membuka warung kopi di rumahnya, Lampung.

Ide membuka Kopi Waw timbul setelah sang istri ingin agar Komar tidak diungkep melulu di rumah

Meskipun, Komar belum boleh banyak aktivitas mengingat kondisinya yang belum pulih total.

Komar lantas belajar taste kopi agar tahu cara minum kopi robusta tanpa gula, tetapi tidak menyisakan rasa pahit.

Dia juga belajar roasting dan cupping ke Jakarta.

Kini, usaha kopi “Warkop Waw” yang dimiliki Komar telah berjumlah 116 kedai di seluruh Indonesia, di antaranya ada juga yang berada di Jogja. (Ts/-Th)

Baca juga: Porf. Paripurna Pernah Nazar Ngamen Usai Lulus